Menteri Keuangan (Menkeu) RI, Purbaya Yudhi Sadewa, resmi menyandang gelar Profesor Kehormatan (Honorary Professor) di bidang Ekonomi dari Nankai University, China. Gelar prestisius ini diberikan langsung oleh Presiden (Rektor) Nankai University, Prof. Chen Yulu, sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan kepemimpinan Purbaya dalam pengelolaan keuangan publik, pembangunan ekonomi, serta penguatan stabilitas sektor keuangan di kawasan Asia Tenggara.
Kuliah Umum Sebelum Penganugerahan
Sebelum menerima gelar kehormatan tersebut, Purbaya terlebih dahulu memberikan kuliah umum di kampus Nankai University pada Sabtu, 20 Juni 2026. Materi kuliah yang disampaikan berfokus pada pengalaman Indonesia dalam mengelola kebijakan fiskal dan moneter di tengah dinamika ekonomi global. Hal ini sekaligus menjadi ajang berbagi pengetahuan antara praktisi keuangan Indonesia dengan akademisi dan mahasiswa di China.
Pengakuan atas Kepemimpinan di Sektor Keuangan
Menurut siaran pers yang diterbitkan di situs resmi Kementerian Keuangan pada Senin, 23 Juni 2026, gelar Profesor Kehormatan tersebut merupakan pengakuan atas dedikasi Purbaya dalam memperkuat fondasi ekonomi Indonesia. Selama menjabat sebagai Menteri Keuangan, ia dinilai berhasil menjaga stabilitas fiskal dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Kontribusinya tidak hanya dirasakan di dalam negeri, tetapi juga memberikan dampak positif bagi stabilitas keuangan regional di Asia Tenggara.
Implikasi bagi Hubungan Bilateral Indonesia-China
Penganugerahan gelar ini juga dipandang sebagai simbol eratnya hubungan bilateral antara Indonesia dan China, khususnya di bidang pendidikan dan ekonomi. Nankai University, sebagai salah satu universitas terkemuka di China, menunjukkan komitmennya dalam menjalin kerja sama akademik dengan tokoh-tokoh dunia. Langkah ini diharapkan dapat membuka peluang lebih luas bagi pertukaran ilmu pengetahuan dan riset antara kedua negara.
Dengan menyandang gelar Profesor Kehormatan, Purbaya Yudhi Sadewa bergabung dalam jajaran akademisi internasional yang diakui oleh Nankai University. Hal ini sekaligus menegaskan peran Indonesia dalam panggung ekonomi global, khususnya di kawasan Asia.



