Presiden Republik Federal Jerman, Frank-Walter Steinmeier, menyatakan bahwa dalam pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto, kedua pemimpin sepakat untuk mendukung tatanan dunia yang berdasarkan aturan. Steinmeier menekankan peran vital Indonesia di kawasan ASEAN.
Dukungan terhadap Aturan Global
"Kita saling sepakat bahwa kita mendukung dunia berdasarkan aturan yang tetap. Dan kita juga mendukung unsur-unsur Piagam PBB. Kawasan Eropa dan Asia Pasifik serta situasi di sana hanya bisa dipikirkan dan dipertimbangkan secara bersama," ujar Steinmeier di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (15/6/2026).
Perhatian Eropa terhadap Indo-Pasifik
Steinmeier mengungkapkan bahwa Eropa terus memantau perkembangan di kawasan Indo-Pasifik. Dalam konteks ini, ia menyoroti peran penting ASEAN dalam membangun arsitektur keamanan regional. "Tadi kami di Eropa sangat mengamati apa yang terjadi di Indo-Pasifik. Dan kami melihat peran pentingnya ASEAN dalam mengembangkan arsitektur keamanan di kawasan ini," jelasnya.
Indonesia sebagai Pilar Stabilitas
Lebih lanjut, Steinmeier menilai Indonesia merupakan faktor stabilitas yang krusial di ASEAN. Tidak hanya dalam hal keamanan, tetapi juga dalam isu lingkungan hidup. "Dan Indonesia merupakan faktor stabilitas penting di dalam kawasan ASEAN. Kami melihat bahwa Indonesia tidak hanya yakin akan peran itu, tapi makin mengembangkan peran pentingnya ini. Di samping politik keamanan, termasuk perlindungan lingkungan dan sebagainya," imbuhnya.
Kunjungan Bersejarah di Tengah Ketidakpastian
Presiden Prabowo menyambut baik kunjungan Steinmeier dan menilai momen ini sangat berarti bagi Indonesia, terutama di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian. "Ini kehormatan besar bagi kami. Kunjungan kenegaraan ini memiliki arti yang sangat penting bagi Indonesia karena ini juga menunjukkan hubungan antara Jerman dan Indonesia yang sangat baik," kata Prabowo. "Kunjungan ini juga merupakan momentum penting di tengah dinamika global yang semakin penuh dengan ketidakpastian," tegasnya.



