Israel Terus Serang Gaza dan Lebanon, Puluhan Tewas Termasuk Komandan Hamas
Israel Serang Gaza dan Lebanon, Puluhan Tewas

Jakarta - Militer Israel terus melancarkan serangan ke Lebanon dan Gaza, menyebabkan jatuhnya korban jiwa. Serangan terbaru di Gaza menewaskan 10 orang, termasuk seorang komandan sel Hamas, menurut militer Israel. Di Lebanon, dua orang tewas dalam serangan di kota Saksakiyeh.

Serangan di Gaza

Militer Israel menyatakan bahwa serangan yang menewaskan komandan Hamas tersebut merupakan serangan presisi. Komandan yang bernama Muhannad Othman Farwana tewas saat serangan menghantam tenda di atap rumahnya, sesaat sebelum ia dijadwalkan menikah. Keluarganya yang sudah bersiap merayakan pernikahan justru harus menghadiri pemakamannya.

Selain itu, serangan pesawat nirawak (drone) menewaskan delapan orang dan melukai 15 lainnya di kamp Jawazat, yang menampung warga terlantar. Rumah Sakit Al-Shifa di Kota Gaza juga menerima delapan jenazah. Pada malam hari, satu korban tewas lainnya dilaporkan di tenggara Kota Gaza, seorang pria berusia 37 tahun.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Israel dan Hamas saling menuduh melakukan pelanggaran terhadap gencatan senjata yang berlaku sejak Oktober 2025. Sejak saat itu, setidaknya 951 warga Palestina tewas menurut Kementerian Kesehatan Gaza. Militer Israel melaporkan lima personelnya tewas dalam periode yang sama.

Serangan di Lebanon

Di Lebanon Selatan, serangan Israel di kota Saksakiyeh menewaskan sedikitnya dua orang dan melukai 22 lainnya, termasuk tiga anak dan seorang wanita. Sebelumnya, militer Lebanon mengumumkan tiga tentaranya tewas dalam serangan udara Israel yang menghantam kendaraan militer di wilayah selatan. Militer Israel menyebut kendaraan itu bergerak mencurigakan di zona pertempuran aktif, dan mengklaim bahwa mereka tidak menargetkan tentara Lebanon melainkan Hizbullah.

Gencatan senjata bersyarat yang dimediasi Amerika Serikat telah diumumkan, namun sering dilanggar oleh kedua belah pihak. Israel dan Hizbullah saling menuding melanggar gencatan senjata dan membenarkan serangan mereka sebagai respons terhadap pelanggaran lawan.

Pembatasan terhadap media dan keterbatasan akses di Gaza membuat verifikasi independen terhadap jumlah korban sulit dilakukan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga