PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) telah menuntaskan penyederhanaan (streamlining) terhadap 10 entitas anak usaha pada semester pertama 2026. Langkah ini merupakan bagian dari aspirasi streamlining Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang diamanatkan oleh Danantara Asset Management (DAM) dan Badan Pengaturan (BP) BUMN.
Streamlining merupakan salah satu dari empat pilar strategi transformasi TLKM 30 yang difokuskan pada penataan portofolio bisnis melalui optimalisasi entitas usaha, harmonisasi tumpang tindih usaha, serta divestasi bisnis non-core. Inisiatif ini bertujuan menciptakan efisiensi operasional sekaligus memperkuat fokus realisasi belanja modal pada pengembangan bisnis inti di sektor telekomunikasi dan digital.
Tiga Skema Penataan Portofolio
Hingga akhir Juni 2026, penataan portofolio dilakukan melalui tiga skema. Pada skema divestasi, Telkom menuntaskan pelepasan 2 entitas yang ditandai dengan penandatanganan Sale and Purchase Agreement (SPA) bersama mitra strategis pada 3 Juni 2026. Melalui skema penggabungan vertikal (vertical merger), Telkom menyelesaikan merger pada 2 entitas guna memperkuat bisnis dan mendorong pengembangan kapabilitas. Sementara itu, melalui skema likuidasi, 6 entitas TelkomGroup telah mencapai tahapan pembubaran yang ditetapkan sebagai bagian dari optimalisasi portofolio bisnis.
Dampak pada Struktur dan Transformasi
Langkah tersebut diharapkan menghasilkan struktur grup yang lebih ramping serta memperkuat transformasi Telkom dari Operating Holding menuju Strategic Holding dengan model Holding Company-Operating Company (HoldCo-OpCo). Dalam struktur ini, Telkom sebagai HoldCo berfokus pada pengelolaan portofolio, penguatan tata kelola, penciptaan sinergi, dan optimalisasi nilai antar segmen bisnis. Sementara itu, aktivitas operasional dijalankan oleh OpCo yang terfokus pada Segmen B2C, B2B Infrastructure, B2B ICT, dan International Business.
Pernyataan Direktur Telkom
Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Seno Soemadji mengatakan penyederhanaan portofolio menjadi langkah strategis untuk membangun organisasi yang semakin lincah dalam menghadapi dinamika industri digital. "Transformasi tidak hanya diwujudkan melalui pengembangan kapabilitas bisnis, tetapi juga keberanian untuk menata kembali organisasi agar semakin fokus pada bisnis inti yang menjadi kekuatan utama. Dengan struktur yang lebih ramping, Telkom memiliki fondasi yang lebih kuat untuk bergerak lebih agile, mengalokasikan investasi secara lebih optimal, serta menciptakan pertumbuhan yang lebih berkualitas," ujar Seno dalam keterangan tertulis, Senin (6/7/2026).
Seno menambahkan bahwa streamlining bukan sekadar pengurangan jumlah anak usaha, melainkan langkah untuk membangun portofolio bisnis yang lebih sehat dan bernilai. Setiap keputusan streamlining didasarkan pada evaluasi terhadap peran strategis masing-masing entitas dalam mendukung arah bisnis TelkomGroup ke depan. "Dengan portofolio yang lebih fokus dan struktur organisasi yang lebih efisien, kami dapat memperkuat sinergi antar OpCo, mendorong pertumbuhan yang lebih berkelanjutan sekaligus memperkokoh posisi Telkom sebagai enabler ekosistem digital nasional yang berdaya saing global," jelasnya.
Prinsip Tata Kelola dan Penanganan SDM
Telkom memastikan setiap proses streamlining dilakukan secara prudent, akuntabel, dan transparan dengan mengedepankan prinsip Good Corporate Governance (GCG) dan Business Judgment Rule (BJR). Setiap keputusan strategis diambil berdasarkan kajian komprehensif dan berkoordinasi erat dengan para pemangku kepentingan, termasuk Kejaksaan Agung, BPKP, DAM, dan BP BUMN.
Terkait penyesuaian sumber daya manusia, Telkom menegaskan proses tersebut dilakukan secara bertanggung jawab dengan penghormatan penuh atas hak-hak karyawan terdampak. Seluruh proses dijalankan secara sukarela dan atas kesepakatan bersama kedua belah pihak, salah satunya melalui Early Retirement Program (ERP) yang pada 2026 akan ditujukan pada level OpCo.
Target Jangka Menengah
Program streamlining merupakan bagian dari target jangka menengah hingga 2030 untuk membangun fondasi perusahaan yang semakin solid. Telkom optimistis dapat memperkuat daya saing perusahaan serta meningkatkan kualitas pada area bisnis yang memiliki prospek pertumbuhan terbaik di masa mendatang.



