Pramono Anung Tuntaskan Proyek Mangkrak, Fokus Hukum dan Administrasi
Pramono Benahi Proyek Mangkrak dengan Pendampingan Hukum

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mulai membenahi satu per satu proyek mangkrak di Jakarta. Langkah ini merupakan bagian dari komitmennya menuntaskan persoalan pembangunan yang tertunda bertahun-tahun. Sejak resmi menjabat pada 20 Februari 2025, Pramono kerap menegaskan keinginannya menyelesaikan proyek strategis yang terhambat masalah hukum dan administrasi.

Pendekatan Hukum dan Administrasi

Pramono tidak memulai dari nol. Ia menyadari proyek-proyek tersebut tidak bisa diselesaikan hanya dengan melanjutkan pembangunan fisik. Hambatan utama justru berada pada aspek hukum, administrasi, hingga status aset yang belum tuntas. Mantan Sekretaris Kabinet (Seskab) itu memilih membereskan persoalan hukum terlebih dahulu. Ia menggandeng sejumlah aparat penegak hukum, mulai dari Kejaksaan Agung, Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta, hingga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), untuk memberikan pendampingan hukum dan memastikan setiap langkah memiliki kepastian hukum. "Kebijakan-kebijakan gubernur yang lama, yang tidak selesai, bismillah saya selesaikan," kata Pramono dalam acara penandatanganan nota kesepahaman antara Pemprov DKI Jakarta dan Lemhannas pada 28 Januari 2026.

Kasus Pencurian di Percetakan Senen

Sementara itu, pemilik Toko Percetakan Mau Print di kawasan Senen, Jakarta Pusat, melaporkan balik tiga karyawannya yang sebelumnya menjadi korban penyekapan. Ketiganya dilaporkan atas dugaan pencurian pelat besi percetakan senilai sekitar Rp 230 juta. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra membenarkan adanya laporan tersebut. "Iya benar," kata Roby saat dikonfirmasi, Rabu 1 Juli 2026. Roby mengatakan laporan yang dibuat pihak percetakan berkaitan dengan dugaan tindak pidana pencurian. Kasie Humas Polres Metro Jakarta Pusat Iptu Erlyn Sumantri menjelaskan, laporan itu diajukan pemilik percetakan ke Polres Metro Jakarta Pusat pada Selasa, 30 Juni 2026.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Proyek CSR di Manggarai dan Kematian Balita

Berita lain yang menjadi perhatian adalah terkait Kelurahan Manggarai yang mengungkap asal-usul lubang proyek Lapangan Multifungsi Taman RW 04 di Jalan Manggarai Utara II, Kelurahan Manggarai, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan. Lubang tersebut menjadi lokasi tewasnya balita berinisial I alias O (4). Lurah Manggarai M Arafat Dinsirat memastikan lubang itu bukan lubang lama, melainkan bagian dari pekerjaan pembangunan lapangan multifungsi yang dibiayai melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Proyek tersebut dibangun sebagai fasilitas olahraga bagi warga, termasuk lapangan futsal. "Iya betul, itu proyek CSR yang memang nantinya pembuatan lapangan multifungsi. Salah satunya adalah ada lapangan futsal di situ, untuk mengakomodir anak-anak Manggarai supaya ada kegiatan olahraga. Hal ini ditujukan untuk salah satunya meredam atau mencegah tawuran di Kelurahan Manggarai," ujar Arafat kepada Liputan6.com, Selasa 30 Juni 2026.

Dampak dan Tindak Lanjut

Pembenahan proyek mangkrak diharapkan dapat mempercepat pembangunan infrastruktur di Jakarta. Dengan pendampingan hukum dari Kejaksaan dan KPK, Pramono optimistis proyek-proyek yang sempat terhenti dapat segera rampung. Sementara itu, kasus pencurian di percetakan dan insiden lubang proyek CSR masih dalam proses hukum dan investigasi lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga