Presiden terpilih Kolombia dari sayap kanan garis keras, Abelardo de la Espriella, pada Jumat (26/6/2026) menunjuk Rodrigo Lara sebagai calon menteri dalam negeri. Lara adalah mantan anggota parlemen yang ayahnya, Rodrigo Lara Bonilla, dibunuh oleh gembong narkoba Pablo Escobar pada 1984 saat menjabat Menteri Kehakiman.
Latar Belakang Rodrigo Lara
Rodrigo Lara berusia delapan tahun ketika ayahnya tewas ditembak di Bogota atas perintah Escobar. Keluarganya kemudian mengasingkan diri ke Eropa selama beberapa tahun sebelum kembali ke Kolombia. Lara sebelumnya menjabat sebagai kepala pemberantasan korupsi di bawah mantan presiden Alvaro Uribe. Sebagai anggota parlemen, ia mendukung perjanjian damai dengan FARC, yang kini dikritik keras oleh De la Espriella.
Pengumuman Kabinet Pertama
De la Espriella, yang menang tipis dalam pemilihan putaran kedua dengan selisih kurang dari satu persen, mengumumkan kabinet pertamanya melalui unggahan di X. "Dia yang tidak pernah berhenti bekerja untuk Tanah Airnya, meskipun telah menjadi korban kekerasan (Pablo Escobar)," tulis De la Espriella, menyertakan video buatan AI.
Janji Politik De la Espriella
De la Espriella berjanji bertindak tegas terhadap kejahatan saat menjabat pada Agustus. Dalam kampanye, ia mengatakan ingin membom kelompok bersenjata dan membangun "penjara-penjara raksasa." Ia juga menulis di X: "Kita akan membuat kesepakatan besar tentang hal-hal mendasar yang menyatukan kita."



