Produsen Mobil Dunia Akui Sulit Bersaing dengan China
Produsen Mobil Dunia Akui Sulit Bersaing dengan China

Produsen mobil global kini menghadapi tantangan berat. Merek-merek asal AS, Eropa, dan Jepang mulai kehilangan dominasi di pasar dunia akibat pesaing asal China. Produsen mobil China tidak hanya memimpin industri kendaraan listrik, tetapi juga dalam teknologi baterai, desain, hingga perangkat lunak.

Dominasi China di Pasar Global

China mengekspor sekitar tujuh juta unit mobil per tahun ke seluruh dunia, di mana hampir setengahnya merupakan kendaraan listrik. Di Indonesia, penjualan grosir mobil merek China mencapai 113.258 unit dari total 803.687 unit pada tahun 2025, didominasi oleh BYD, Wuling, dan Chery. Angka ini menunjukkan peningkatan dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Faktor Keunggulan China

Berdasarkan laporan Rhodium Group, China menjadi eksportir terbesar untuk lebih dari 315 kategori produk, melonjak dari 163 kategori pada 2016. Banyak produk terkait rantai pasok kendaraan listrik, termasuk baterai dan komponen modular. Badan Energi Internasional memperkirakan biaya produksi SUV listrik kecil di China 30% lebih murah dibandingkan negara maju, berkat biaya baterai rendah dan rantai pasok terintegrasi.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Reaksi Produsen Asing

Kepala Eksekutif Honda, Toshihiro Mibe, mengakui tidak punya peluang melawan China setelah mengunjungi pabrik otomatis di Shanghai. Kepala Eksekutif Ford, Jim Farley, memperingatkan bahwa produsen Barat berjuang untuk bertahan hidup. Stellantis menandatangani kesepakatan senilai Rp20,7 triliun dengan Dongfeng untuk memproduksi Peugeot dan Jeep di China serta memasarkan Voyah ke Eropa. Volkswagen menggelontorkan Rp12,5 triliun untuk akses teknologi XPeng.

Inovasi dan Teknologi

Xiaomi, Huawei, dan Alibaba kini memproduksi kendaraan listrik, membawa standar teknologi konsumen ke industri otomotif. Di pabrik Xiaomi, satu unit mobil keluar setiap 76 detik. BYD mengembangkan pengisian daya ultra-cepat yang menambah jarak tempuh 400 km dalam lima menit. CEO XPeng, He Xiaopeng, menyatakan perusahaan memprioritaskan robot humanoid dan mobil terbang.

Dampak pada Pasar Global

Pangsa pasar merek asing di China merosot dari 64% pada 2020 menjadi 32% pada tahun ini. Sedan mewah Huawei Maextro S800 menjadi mobil terlaris di atas Rp1,7 miliar, melampaui Porsche Panamera dan BMW Seri 7. Produsen Jepang dinilai paling lambat bertransisi ke EV, membuat mereka rentan di Asia Tenggara.

Kebijakan tarif Uni Eropa hingga 45% dan AS lebih dari 100% belum mampu menghentikan ekspansi China. Model Jaecoo 7 Chery menjadi salah satu terlaris di Inggris dalam 14 bulan. Para ahli memperingatkan pergeseran pusat produksi ke China dapat mengancam lapangan kerja dan stabilitas ekonomi di negara lain.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga