Tsunami Durian: Harga Musang King Anjlok di Malaysia dan Singapura
Tsunami Durian: Harga Musang King Anjlok di Malaysia dan Singapura

Panen Raya Picu Tsunami Durian

Kompas.com - Salah satu varietas durian premium di dunia, Musang King, tengah mengalami penurunan harga drastis di Malaysia dan Singapura. Fenomena tersebut dijuluki sebagai "tsunami durian" yang melanda kedua negara sejak pertengahan Juni 2026.

Akibat panen raya melimpah, pasokan buah tersebut membanjiri pasar hingga membuat harganya anjlok. Di beberapa tempat, pedagang bahkan memilih membagikannya secara gratis kepada masyarakat. Di Singapura, antrean panjang hingga dua blok mengular di depan sebuah kios buah bernama Durian Ninja di kawasan Tampines.

Dampak pada Konsumen dan Pedagang

Fenomena ini memberikan keuntungan bagi konsumen yang bisa menikmati durian Musang King dengan harga sangat murah. Namun, bagi pedagang, situasi ini menjadi tantangan karena margin keuntungan menipis. Beberapa pedagang di Malaysia mengaku terpaksa menjual dengan harga di bawah biaya produksi untuk menghindari kerugian lebih besar akibat buah yang cepat busuk.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Menurut laporan media setempat, harga Musang King di Malaysia turun hingga 70 persen dibandingkan musim sebelumnya. Di Singapura, harga per kilogram turun dari sekitar 30 dolar Singapura menjadi kurang dari 10 dolar Singapura.

Antrean Panjang di Singapura

Di Singapura, antrean panjang hingga dua blok mengular di depan sebuah kios buah bernama Durian Ninja di kawasan Tampines. Banyak pembeli rela mengantre berjam-jam untuk mendapatkan durian Musang King dengan harga diskon besar-besaran. Pihak Durian Ninja menyatakan bahwa mereka menjual durian Musang King dengan harga serendah 8 dolar Singapura per kilogram, jauh di bawah harga normal.

"Kami kewalahan melayani permintaan yang sangat tinggi. Setiap hari kami menjual ribuan kilogram durian," ujar seorang perwakilan Durian Ninja.

Faktor Cuaca dan Musim Panen

Tsunami durian ini dipicu oleh cuaca yang mendukung pertumbuhan durian di Malaysia. Musim kemarau yang panjang diikuti hujan deras menyebabkan pohon durian berbuah lebat. Akibatnya, pasokan durian melimpah di pasar. Malaysia merupakan salah satu produsen durian terbesar di dunia, dan Musang King adalah varietas unggulan yang biasanya diekspor ke China dan negara-negara lain.

Namun, karena permintaan ekspor menurun akibat kebijakan impor yang lebih ketat di China, sebagian besar pasokan dialihkan ke pasar domestik dan Singapura. Hal ini memperparah kelebihan pasokan di kawasan tersebut.

Harapan Pemulihan Harga

Para petani durian berharap harga akan kembali normal setelah musim panen berakhir. Namun, beberapa pengamat memperingatkan bahwa fenomena ini bisa berulang jika tidak ada pengelolaan pasokan yang lebih baik. Pemerintah Malaysia telah diminta untuk membantu petani dengan menyediakan fasilitas penyimpanan dan pengolahan durian agar tidak terbuang sia-sia.

Sementara itu, masyarakat di Malaysia dan Singapura terus menikmati "tsunami durian" ini dengan harga murah. Bagi pecinta durian, ini adalah kesempatan langka untuk menikmati Musang King tanpa harus merogoh kocek dalam-dalam.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga