B50 Segera Launching, Prabowo: Indonesia Tak Akan Impor Solar Lagi
B50 Segera Launching, Prabowo: RI Tak Akan Impor Solar Lagi

Presiden Prabowo Subianto menyatakan optimisme tinggi bahwa Indonesia akan segera mencapai swasembada energi, terutama bahan bakar minyak (BBM) jenis solar. Hal ini disampaikan dalam acara Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan ke-XVII di Gorontalo, Rabu (24/6/2026).

Prabowo menyinggung situasi global, termasuk penutupan Selat Hormuz yang memicu krisis pasokan energi dunia. Namun, ia menegaskan Indonesia tidak perlu khawatir karena memiliki solusi mandiri. "Saudara-saudara sekalian, saya katakan karena kita swasembada pangan, kita percaya diri. Terjadi perang di mana-mana. Terjadi Selat Hormuz ditutup," ujar Prabowo.

Langkah Menuju Swasembada Energi

Presiden mengumumkan bahwa pemerintah akan meluncurkan program mandatori biodiesel B50 pada Juli 2026. B50 adalah bahan bakar solar yang dicampur dengan 50 persen bahan bakar nabati berbasis kelapa sawit. Dengan kebijakan ini, Prabowo yakin Indonesia tidak akan lagi mengimpor solar dari luar negeri.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

"Bulan Juli ini, berapa hari lagi, kita akan launching B50. B50 solar akan kita olah dari kelapa sawit 50 persen. Dengan demikian kita tidak akan impor solar lagi dari luar negeri, saudara-saudara sekalian. Dan kita akan menghemat banyak sekali," tegas Prabowo.

Prabowo juga menyebutkan bahwa target swasembada energi dapat tercapai dalam waktu 3 hingga 4 tahun ke depan. "Saya perkirakan 3 tahun lagi, maksimal 4 tahun lagi, kita akan swasembada energi. Kita tidak mau impor apapun untuk BBM kita, untuk energi kita, saudara-saudara sekalian," ujarnya.

Dampak dan Harapan ke Depan

Langkah ini diyakini akan mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor energi, sekaligus menghemat devisa negara. Selain itu, penggunaan biodiesel B50 juga mendukung program energi hijau dan mengurangi emisi karbon. Para petani dan nelayan yang hadir dalam acara tersebut menyambut antusias pernyataan Presiden. Mereka berharap kebijakan ini dapat meningkatkan kesejahteraan sektor perkebunan sawit dan pertanian nasional.

Prabowo juga menerima Lencana Emas Adhi Bhakti dari para petani dan nelayan di Gorontalo sebagai bentuk apresiasi atas komitmennya terhadap sektor pertanian dan energi. Dengan diluncurkannya B50, Indonesia optimistis dapat menjadi negara yang mandiri energi dan tidak lagi bergantung pada pasokan luar negeri.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga