Gunung Semeru yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang mengalami erupsi pada Jumat (22/5) malam. Letusan disertai luncuran awan panas terjadi pada pukul 18.40 WIB, namun kolom abu tidak teramati karena tertutup kabut tebal.
Detail Erupsi Gunung Semeru
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Yadi Yuliandi, melaporkan bahwa erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi sekitar 5 menit 15 detik. Jarak luncur awan panas tidak dapat diketahui akibat visual gunung yang tertutup kabut.
Sejak pukul 06.44 WIB hingga 18.40 WIB, Gunung Semeru tercatat telah mengalami enam kali erupsi. Aktivitas vulkanik ini menunjukkan peningkatan signifikan yang perlu diwaspadai.
Status Siaga dan Rekomendasi
Saat ini, status Gunung Semeru berada pada Level III (Siaga). Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga jarak 13 km dari puncak. Selain itu, aktivitas dilarang dalam radius 5 km dari kawah karena risiko lontaran batu pijar.
Yadi juga menekankan pentingnya waspada terhadap perluasan awan panas dan aliran lahar. Masyarakat tidak boleh beraktivitas di tepi sungai Besuk Kobokan dalam jarak 500 meter karena potensi bahaya hingga 17 km dari puncak.
Potensi Bahaya Lainnya
Potensi awan panas, guguran lava, dan lahar juga mengancam aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Anak-anak sungai dari Besuk Kobokan juga perlu diwaspadai karena dapat dilanda lahar.
Masyarakat diminta tetap tenang dan mengikuti arahan dari petugas di lapangan. Informasi terkini dapat diperoleh melalui pos pengamatan gunung api setempat.



