Saluran Irigasi di Bogor Hilang, Pemkab Mulai Normalisasi
Saluran Irigasi di Bogor Hilang, Pemkab Normalisasi

Pemerintah Kabupaten Bogor mulai melakukan normalisasi terhadap sejumlah saluran irigasi yang dilaporkan hilang di wilayahnya. Langkah ini diambil setelah banyak saluran irigasi tidak berfungsi akibat pendangkalan dan alih fungsi lahan.

Bupati: Banyak Saluran Irigasi Hilang

Bupati Bogor Rudy Susmanto mengungkapkan bahwa beberapa saluran irigasi di berbagai kecamatan telah hilang. "Beberapa saluran irigasi banyak yang hilang, tetapi kami berupaya hari ini yang mana daerah irigasi, kami berkolaborasi dengan BBWS, dengan PSDA, berkolaborasi bersama-sama untuk mengaktifkan kembali beberapa saluran-saluran irigasi yang ada," kata Rudy, Jumat (3/7/2026).

Intervensi untuk mengembalikan fungsi irigasi telah dilakukan sejak bulan lalu. Beberapa kecamatan yang menjadi prioritas antara lain Ciseeng, Kemang, Parung, Rancabungur, serta Cariu dan Tanjung Sari. "Normalisasi terakhir sempat dilakukan lima tahun, 10 tahun, bahkan 15 tahun yang lalu," jelasnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Normalisasi untuk Antisipasi Kekeringan

Normalisasi aliran irigasi juga mencakup penataan kawasan dan bangunan liar di pinggir aliran irigasi. Rudy menyebutkan bahwa di wilayah Cariu dan Tanjung Sari terdapat lahan sawah seluas 700 hingga 800 hektare yang akan diantisipasi kekeringannya melalui normalisasi.

Selain itu, normalisasi seluas 200 hektare lahan perikanan juga dilakukan di wilayah Ciseeng, Kemang, dan Parung. Pemerintah daerah juga berupaya mengembalikan zona hijau menjadi kawasan yang semestinya. "Kita bahu-membahu jaga lingkungan bersama-sama yang harusnya sungai harus jadi sungai, yang harusnya hutan harus jadi hutan, yang harusnya menjadi zona hijau harus tetap menjadi zona hijau," tuturnya.

Pembangunan Sumur dan Pipa Air

Rudy juga mengatakan bahwa beberapa sumur baru telah dibuat dan airnya dialirkan kepada masyarakat. Namun, pengelolaan sumber daya air masih perlu dioptimalkan. "Bogor memiliki sumber mata air yang cukup luar biasa, belum terkelola dengan baik, kita tidak kelola secara bisnis. Tetapi sumber mata air tersebut kita lakukan pipanisasi untuk dialirkan ke beberapa rumah-rumah penduduk yang rentan terhadap kekeringan dan kita pun mempersiapkan beberapa toren-toren air sehingga pada saat kondisi air surut cukup banyak masyarakat mudah-mudahan tidak terdampak," pungkasnya.

Normalisasi ini diharapkan dapat mengembalikan fungsi irigasi untuk mendukung pertanian dan perikanan di Kabupaten Bogor, serta mengurangi risiko kekeringan di musim kemarau.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga