Jakarta – Pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) di kawasan Rasuna Said, Jakarta Selatan, kembali digelar setelah ditiadakan selama dua pekan untuk evaluasi. Warga menyambut CFD di kawasan ini dengan antusiasme tinggi.
CFD Rasuna Said Resmi Dibuka Kembali
CFD Rasuna Said berlangsung mulai pukul 05.30 hingga 09.00 WIB dengan panjang lintasan sekitar 4,4 kilometer. Acara ini akan diresmikan pada 22 Juni 2026 bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Jakarta. Pantauan di lokasi pada Minggu, 7 Juni 2026 pukul 07.30 WIB menunjukkan Jalan Rasuna Said arah Menteng maupun Mampang Prapatan ditutup. Warga terlihat beraktivitas seperti jogging, bersepeda, hingga menikmati penampilan ondel-ondel.
Di salah satu sudut dekat Plaza Festival, terdapat permainan tradisional seperti egrang dan gasing yang menarik minat warga. Penutupan jalan dari sisi selatan berada di sekitar Kedutaan Besar Belanda, sementara akses dari Jalan Casablanca tetap dibuka menuju Mampang Prapatan.
Gubernur Jakarta Pramono Anung hadir meninjau CFD Rasuna Said. Ia terlihat berjalan bersama Wali Kota Jakarta Selatan Munjirin, aktris Cinta Laura, dan Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari.
Warga Antusias Sambut CFD Rasuna Said
Warga menyambut positif dan berharap CFD ini terus berlangsung. Hendri, warga Karet Kuningan, Jakarta Selatan, mengaku senang dengan CFD di Rasuna Said. "Senang banget, soalnya ini kebetulan rumah dekat sini. Alangkah baiknya setiap seminggu sekali diadain soalnya biar sekalian ada hiburan sekalian olahraga. Mantap nggak tuh?" kata Hendri usai mencoba egrang.
Hendri menambahkan, CFD Rasuna Said menjadi alternatif agar tidak selalu ke CFD Bundaran HI. Apalagi rumahnya tidak jauh dari Jalan Rasuna Said. "Jadi alternatif di Sudirman, Antasari Blok M, di sini ada, di Sunter ada. Kita nyari yang dekat dong, yang dekat mantap dah. Pokoknya harus tiap minggu diadain," ucapnya.
Selain olahraga, CFD Rasuna Said bagi Hendri adalah ruang rekreasi. Ia menyebut CFD menjadi penyegaran udara di kawasan tersebut. "Mendukung sekali. Setiap hari dilalui asap kendaraan di sini sama hutan beton, kalau tiap minggu di sini sirkulasi udara, perputaran udara jadi bagus," ujarnya.
Udin, warga Karet Kuningan lainnya, sepakat CFD Rasuna Said dibuka. Baginya, ini menjadi opsi tempat berolahraga di akhir pekan. "Momen-momen kayak gini di Kuningan senang banget karena ada hiburan, olahraga juga kan susah gitu," ucapnya.
Ryan, warga Jakarta Selatan, mengatakan hal serupa. Menurutnya, opsi olahraga di CFD Rasuna Said membuatnya tidak bosan. "Untuk saya bagus, karena ada opsi jogging yang biasanya di GBK mulu jadi bisa ke Rasuna Said. Muter aja dari Kedubes Malaysia ke Setiabudi," ucap Ryan.
Di sisi lain, Ryan menyebutkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI harus memperhatikan kebutuhan fasilitas umum di lokasi, terutama toilet umum. "Sebenernya toilet, nggak nemu kalau lagi kebelet gitu. Kalau ke LRT harus ngetap juga. Jadi bener harus ada fasilitas toilet lah di CFD ini," kata Ryan.
Landmark Baru Jakarta
Gubernur Jakarta Pramono Anung menyebutkan CFD di Rasuna Said lebih mudah diakses orang dari luar Jakarta. Ia mengatakan akses transportasi umum lebih mudah dijangkau. "Di tempat ini saya meyakini karena aksesnya lebih gampang, Transjakarta bisa di sini, kemudian juga LRT apakah itu dari Bekasi maupun dari Cibubur bisa sampai dengan tempat ini sehingga akses dari luar Jakarta sangat gampang," kata Pramono.
Pramono mengakui ia memang hobi jalan di CFD dari sebelum menjadi gubernur hingga sekarang. Ia mengatakan CFD di Rasuna Said akan menjadi landmark baru Jakarta. "Dan saya melihat potensi yang ada di Kuningan ini, kalau dilihat view-nya, dilihat udaranya, dilihat aksesnya, pasti ini akan menjadi landmark baru untuk car free day yang ada di Jakarta," kata dia.
Pramono Sebut 95% Warga Minta Lanjut
Menurut Pramono, hasil interaksinya dengan warga menginginkan agar CFD Rasuna Said dijadikan kegiatan rutin. Ia menyebut 95% warga meminta CFD di Rasuna Said dilanjutkan. "Dan tadi saya secara khusus ingin mendengarkan masukan, saran, dan juga pendapat dari masyarakat yang datang untuk car free day. Sebagian besar, hampir 95, 96 persen lebih, mereka mengharapkan car free day ini menjadi kontinu, terus-menerus. Yang 5 persen kurang, mereka mengharapkan ada beberapa perbaikan," kata Pramono.
Pramono menjelaskan, 5 persen keluhan warga di CFD Rasuna Said ini soal penataan jalan dan pedestrian. Selain itu, Pemprov Jakarta akan menanam pohon di sekitar lokasi CFD. "Untuk tempat ini yang 4-5 persen (warga CFD) kenapa mereka mengeluh, karena memang mereka melihat sepanjang jalan terutama yang di sisi timur, di sisi sebelah sini, ini kan belum 100 persen selesai. Masih ada pohon-pohon yang sedang ditanam karena memang baru selesai tanggal 22 Juni yang secara resmi akan kami resmikan," jelas dia.
Selain itu, Pramono mengatakan ada saran soal kebersihan lingkungan dan pengaturan pedagang. Ia secara khusus meminta Wali Kota Jakarta Selatan Syafrin Liputo mengatur hal tersebut. "Maka tadi kebetulan ada Wali Kota Jakarta Selatan, Pak Syafrin, saya minta untuk dari awal dilakukan pembenahan, jangan sampai hal-hal kecil seperti ketika car free day di Sudirman-Thamrin pada waktu itu ada pedagang yang kemudian sempat viral," kata dia.
"Memang jalur car free day terus terang tidak kita perbolehkan untuk siapa pun berdagang di tempat itu. Cuma hanya memang caranya mungkin lebih soft, tidak kemudian menimbulkan polemik di ruang publik," imbuhnya.



