Presiden Prabowo Subianto meminta anak-anak muda Indonesia untuk tidak lagi berbondong-bondong ingin menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) atau pejabat pemerintahan. Dalam pidato perdananya pada Rapat Paripurna DPR RI ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026, Prabowo menegaskan bahwa pemerintah saat ini mendorong generasi muda untuk belajar kewirausahaan.
Pentingnya Kewirausahaan bagi Generasi Muda
Pidato tersebut disampaikan di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, pada Rabu (20/5/2026). Prabowo menyatakan, "Kita harus menumbuhkan golongan pengusaha yang baru, yang muda-muda. Untuk itu pemerintah ingin membuka pendidikan-pendidikan kewirausahaan, entrepreneurship. Kita ingin anak muda jangan semua minta jadi ASN, jangan semua minta jadi pemerintah."
Menurut Prabowo, anak muda harus berani menjadi pengusaha muda. Pemerintah akan mendukung melalui pendidikan dan bantuan modal. "Anak muda harus berani untuk bersaing dengan dunia usaha. Kita punya anak muda hebat-hebat, ini yang sedang kita godok bersama. Begitu kita selesai kita juga akan beri kredit start-up, beri kesempatan mereka untuk tumbuh jadi pengusaha kuat baru," pungkasnya.
Indonesia Bisa Menjadi Negara Makmur dan Adil
Sebelumnya, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia sangat mungkin menjadi negara makmur dan adil jika menjalankan amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. "Cetak biru itu dituangkan dalam Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945. Pasal 33 dengan jelas menjabarkan sistem perekonomian yang harusnya kita jalankan sebagai bangsa," ucap Prabowo.
Para pendiri bangsa, lanjut Prabowo, telah merumuskan konsep pengelolaan ekonomi nasional berdasarkan pengalaman panjang penjajahan dan eksploitasi sumber daya Nusantara oleh bangsa asing. "Mereka melihat dan merasakan kekayaan Nusantara ratusan tahun diambil oleh penjajah-penjajah kita untuk memperkaya mereka," terang dia.
Singgung Sejarah Belanda
Prabowo juga menyinggung Belanda yang sempat memiliki produk domestik bruto (PDB) per kapita tertinggi di dunia selama ratusan tahun karena menguasai wilayah Nusantara. "Kenapa? Karena mereka menguasai Nusantara kita. Karena mereka menguasai wilayah yang sekarang adalah Republik Indonesia," kata dia.
Prabowo mengajak seluruh elite nasional untuk menghadapi berbagai tantangan agar tidak kembali mengalami eksploitasi ekonomi oleh kekuatan asing. "Ada suatu adagium bahwa mereka yang tidak belajar dari sejarah akan dihukum oleh sejarah," ucap dia.
"Saya ingin pertegas hari ini keyakinan saya bahwa apabila kita menjalankan Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 dengan baik, kita jalankan dengan murni dan konsekuen, negara kita akan memiliki sumber daya yang cukup untuk menjamin Indonesia sungguh-sungguh menjadi negara yang makmur dan adil," pungkas Prabowo.



