Kelompok Tani Hutan (KTH) di Desa Suka Rahmat, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, berhasil merintis pemanfaatan wilayah sekitar hutan lindung menjadi kebun kopi produktif jenis liberika. Inisiatif ini menjadi tumpuan ekonomi kampung sekaligus menciptakan produk perkebunan unggulan daerah. Ketua KTH Agrowisata Goa Taman Buah Mandiri, Ruslan, menjelaskan bahwa pemilihan kopi dibandingkan sawit didasari oleh keinginan menjaga pelestarian kebun beriringan dengan ketahanan lingkungan melalui metode agroforestri.
Dukungan Pemerintah dan Izin Pengelolaan
Upaya pelestarian ekosistem ini didukung oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Santan Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Timur. Kelompok tani telah memiliki izin sah pengelolaan perhutanan sosial untuk jangka waktu 35 tahun sejak 2023. Lahan seluas 25 hektare tidak hanya menghasilkan biji kopi, tetapi juga bunga dari ribuan pohon kopi yang dimanfaatkan sebagai pakan alami lebah kelulut.
Ruslan menyatakan, "Kopi bubuk kami saat ini telah dipasarkan secara komersial kepada masyarakat dengan harga sekitar Rp 30.000 per kemasan." Madu kelulut yang diproduksi dikonsumsi oleh anggota kelompok tani sebagai suplemen kesehatan harian. Keberhasilan pengelolaan perhutanan sosial ini menarik perhatian masyarakat luas. "Banyak masyarakat sekitar yang kini berkunjung ke desa kami untuk meniru pengembangan budi daya ini," tambah Ruslan.
Sejak 2007, Kini 14.000 Pohon Kopi
Budi daya tanaman kopi di dalam kawasan lindung sejatinya telah dirintis oleh petani sejak 2007. Saat ini kawasan agrowisata tersebut ditumbuhi sekitar 14.000 pokok tanaman kopi penghasil biji bermutu. Kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah daerah terus menjaga keberlangsungan produk lokal unggulan ini. Komitmen semua pihak dibutuhkan agar kopi liberika Suka Rahmat tetap kompetitif di pasar domestik maupun internasional.
Praktisi kopi, Slamet Prayogo, memuji mutu biji kopi hijau jenis liberika yang dipanen dari kebun ini. "Setelah melalui proses pengolahan yang tepat, kopi bubuk ini terbukti memiliki cita rasa nikmat sekali," jelasnya. Kualitas tinggi ini menjadi modal penting dalam persaingan pasar.



