Ramai di media sosial klaim mengenai bentuk-bentuk dan kondisi telur ayam yang dianggap mencerminkan kesehatan ayam. Unggahan tersebut menyebutkan sejumlah kondisi telur yang kerap ditemukan di pasar ataupun minimarket. Akun @rum********* pada Jumat (26/6/2026) menulis, "Kenali jenis-jenis telur berdasarkan kesehatan ayam: Kalau telurnya coklat itu ayam sehat, kalau cangkang tipis kurang kalsium, bintik hitam itu cacingan, cangkang berurat itu ayam tua, warna telur pucat itu ayam stress."
Fakta di Balik Warna Cangkang Telur
Warna cangkang telur, baik coklat maupun putih, tidak menentukan kesehatan ayam. Warna cangkang ditentukan oleh genetika ayam. Ayam dengan bulu merah atau coklat umumnya bertelur coklat, sedangkan ayam berbulu putih bertelur putih. Kandungan nutrisi telur coklat dan putih relatif sama.
Cangkang Tipis dan Kekurangan Kalsium
Cangkang tipis memang bisa menjadi indikasi kekurangan kalsium pada ayam. Namun, faktor lain seperti suhu tinggi, stres, atau usia ayam juga berpengaruh. Ayam yang lebih tua cenderung menghasilkan cangkang lebih tipis. Kekurangan kalsium perlu dikonfirmasi melalui pemeriksaan pakan dan kondisi ayam.
Bintik Hitam pada Telur
Bintik hitam pada telur sering dikaitkan dengan infeksi cacing pada ayam. Menurut dokter hewan, bintik hitam bisa disebabkan oleh parasit atau jamur, namun tidak selalu berarti ayam cacingan. Bintik hitam juga bisa muncul akibat memar atau kontaminasi selama proses produksi. Untuk memastikan, diperlukan pemeriksaan laboratorium.
Cangkang Berurat dan Ayam Tua
Cangkang berurat atau bergelombang sering dianggap tanda ayam tua. Faktanya, kondisi ini bisa terjadi pada ayam segala usia akibat stres, nutrisi tidak seimbang, atau infeksi virus seperti Infectious Bronchitis. Ayam tua memang lebih rentan, tetapi bukan satu-satunya penyebab.
Warna Telur Pucat dan Stres Ayam
Warna telur pucat, terutama pada ayam yang biasanya bertelur coklat, bisa menandakan stres. Stres akibat suhu tinggi, kepadatan kandang, atau gangguan kesehatan dapat mengurangi pigmentasi cangkang. Namun, faktor genetik juga berperan. Beberapa ayam secara alami menghasilkan telur lebih pucat.
Kesimpulan Ahli
Dokter hewan unggas dari Universitas Gadjah Mada, Dr. Budi Setiadi, mengatakan, "Klaim viral tersebut terlalu menyederhanakan hubungan antara kondisi telur dan kesehatan ayam. Banyak faktor yang mempengaruhi kualitas telur, termasuk genetika, nutrisi, manajemen kandang, dan penyakit. Masyarakat tidak perlu langsung menyimpulkan kesehatan ayam hanya dari penampilan telur."
Telur tetap menjadi sumber protein yang baik. Konsumen disarankan memilih telur yang bersih, cangkang utuh, dan disimpan dengan benar. Jika menemukan telur dengan kondisi tidak biasa, sebaiknya dikonsultasikan ke peternak atau dinas peternakan setempat.



