PT GMM dan BULOG Dialog Terbuka dengan Petani Tebu Blora
PT GMM dan BULOG Dialog dengan Petani Tebu Blora

Jajaran PT Gendhis Multi Manis (GMM) bersama perwakilan Perum BULOG menemui para petani tebu Blora yang menggelar aksi tumpah tebu di halaman Pabrik Tebu (PG) GMM Todanan, Blora. Aksi tersebut dipicu oleh kekecewaan petani karena tebu mereka tidak dibeli oleh pabrik.

Dalam kesempatan tersebut, PT GMM secara langsung menjelaskan kepada para petani tebu mengenai langkah-langkah yang sedang diupayakan perusahaan dalam penanganan distribusi serta penyerapan tebu petani. GMM juga melakukan berbagai langkah koordinasi untuk memastikan penyampaian aspirasi petani tebu di Blora berlangsung tertib, aman, dan kondusif.

Sebelum menemui massa aksi, jajaran manajemen PT GMM telah mengadakan dialog bersama perwakilan petani dan pemangku kepentingan di Kantor PT GMM. Dalam pertemuan ini, seluruh pihak menyampaikan pandangan, aspirasi, serta berbagai masukan terkait kondisi petani tebu dan operasional PG GMM.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dialog dilakukan secara terbuka dan konstruktif sebagai upaya mencari solusi bersama atas berbagai persoalan yang dihadapi petani tebu di Kabupaten Blora. "Perusahaan memahami perhatian dan harapan para petani terhadap berbagai isu yang berkembang. Untuk itu, perusahaan telah menyiapkan tim koordinasi lapangan yang bertugas memastikan tersedianya saluran komunikasi yang terbuka, menerima dan mendokumentasikan aspirasi yang disampaikan, serta menyampaikan perkembangan dan solusi yang dapat ditindaklanjuti bersama para pemangku kepentingan terkait," ujar Plt Direktur Utama PT GMM Sri Emilia Mudiyanti dalam keterangan tertulis, Senin (1/6/2026).

Emilia menambahkan, perusahaan saat ini belum melakukan operasional pabrik akibat kendala teknis mesin. Namun, perusahaan telah membentuk tim untuk membantu proses pengalihan pengiriman tebu petani ke sejumlah pabrik gula lain di sekitar Blora maupun di luar daerah agar hasil panen petani tetap dapat terserap. "Kami sudah membentuk tim untuk membantu proses penyerapan dan pengalihan tebu petani ke pabrik gula lainnya. Saat ini juga sedang dilakukan pendataan wilayah-wilayah yang dapat membantu penyerapan tebu petani," imbuh Emilia.

Sebagai bagian dari Perum BULOG, Emilia menegaskan setiap langkah dan kebijakan yang diambil PT GMM tetap harus melalui proses evaluasi dan tata kelola sesuai ketentuan. Adapun saat ini, berbagai langkah penanganan dan koordinasi masih terus berproses bersama pihak-pihak terkait.

GMM juga terus membangun komunikasi intensif dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, asosiasi petani tebu, serta para pemangku kepentingan terkait dalam tata niaga gula nasional. Perusahaan juga mengedepankan pendekatan dialog dan komunikasi terbuka dalam menyikapi berbagai masukan yang berkembang di masyarakat.

GMM meyakini sinergi antara petani, pemerintah, industri gula, dan seluruh pemangku kepentingan merupakan kunci dalam menjaga ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani tebu Indonesia. Perusahaan juga akan terus menjaga komunikasi yang konstruktif, menenangkan situasi, serta mendorong penyelesaian berbagai persoalan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Sementara itu, perwakilan Perum BULOG, Andin menyampaikan bahwa pihaknya bersama tim telah melakukan pendataan awal terhadap kondisi petani dan distribusi tebu sejak pekan lalu. Seluruh aspirasi dan kondisi di lapangan akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan pihak terkait di tingkat pusat guna memperoleh solusi terbaik bagi petani tebu Blora.

Sebagai informasi, dialog tersebut dihadiri oleh Plt Direktur Utama PT GMM Sri Emilia Mudiyanti, Direktur Operasional PT GMM Krisna Murtiyanto, perwakilan Perum BULOG Andin, perwakilan petani tebu Anton Sudibyo, Khoirul Anwar, Darmawan, Mulyadi, serta perwakilan Front Blora Selatan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga