Tagihan Listrik Membengkak, Warganet Keluhkan Token Cepat Habis
Tagihan Listrik Membengkak, Warganet Keluhkan Token Cepat Habis

Lini masa media sosial diramaikan oleh keluhan warganet yang mengaku tagihan listrik mereka naik dan membengkak dalam beberapa waktu terakhir. Salah satunya disampaikan Putri (24), seorang karyawan swasta di Solo. Ia mengaku token listrik di kamar indekosnya kini lebih cepat habis dibandingkan biasanya.

Keluhan Putri soal Token Listrik

Menurut Putri, token listrik senilai Rp 50.000 yang sebelumnya dapat digunakan hingga satu bulan kini hanya bertahan sekitar tiga minggu. Adapun daya listrik di kamar indekosnya sebesar 900 watt. "Terakhir beli 30 April, habis 22 Mei dengan pembelian token Rp 50.000. Biasanya bisa tahan hingga satu bulan, tapi kali ini hanya 22 hari," ujarnya saat berbincang dengan Kompas.com, Selasa (2/6/2026).

Kenaikan Tagihan Listrik Ramai Dikeluhkan

Tak hanya Putri, banyak warganet lain yang mengeluhkan hal serupa di media sosial. Mereka menduga ada kenaikan tarif listrik atau perubahan kebijakan dari PLN. Namun, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari pihak terkait. Fenomena ini menjadi perbincangan hangat dan memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat, terutama bagi mereka yang tinggal di indekos dengan daya listrik kecil.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Para ahli menyarankan untuk lebih bijak dalam penggunaan listrik dan memantau pemakaian secara berkala. Jika keluhan terus berlanjut, masyarakat diimbau untuk melaporkan ke PLN melalui kanal resmi yang tersedia.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga