Kemensos Gandeng Sari Roti Berdayakan 417 KPM PKH Jadi Penjual Roti Keliling
Kemensos dan Sari Roti Berdayakan 417 KPM Jadi Penjual Roti

Peluncuran Program Pemberdayaan di Klaten

Kementerian Sosial (Kemensos) bekerja sama dengan PT Sari Roti meluncurkan program pemberdayaan bagi ratusan penerima bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah. Sebanyak 417 keluarga penerima manfaat (KPM) diberdayakan sebagai penjual roti keliling pada tahap awal program ini.

Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono secara simbolis meluncurkan program dengan melepas 100 KPM PKH sebagai penjual roti keliling menggunakan sepeda di halaman Grha Bung Karno, Klaten, Jawa Tengah, pada Selasa (30/6/2026).

Semangat Kemandirian dari Wamensos

Dalam sambutannya, Agus Jabo menyampaikan harapan agar para KPM sukses dalam berjualan roti. "Dengan mengucapkan doa yang setinggi-tingginya, mudah-mudahan usaha kita semua berjualan roti, Sari Roti diberikan rezeki yang melimpah oleh Gusti Allah. Bismillahirrahmanirrahim. Dengan ini saya lepaskan niat baik masyarakat Klaten untuk memberdayakan hidupnya," ujar Agus Jabo dalam keterangan resmi, Selasa (30/6/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Agus Jabo menegaskan bahwa program ini merupakan awal untuk menyeberangi jembatan emas menuju kehidupan yang lebih sejahtera dan mandiri. Tujuannya agar masyarakat bisa hidup lebih bahagia dan keluar dari jurang kemiskinan, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

"Ini awal kita menyeberangi jembatan emas. Yang kemarin belum mandiri, mudah-mudahan setelah (kolaborasi) dengan Sari Roti dan Kemensos ini bisa mandiri, hidup bapak-ibu bisa sejahtera, iso gemuyu, kata Pak Presiden Prabowo Subianto," katanya.

Agus Jabo berpesan kepada para KPM agar terus bersemangat menjalankan pekerjaan ini hingga membuahkan hasil. Ia juga mengingatkan para pendamping PKH untuk senantiasa melakukan pendampingan. "Yang penting usaha, semangat. Yang namanya usaha itu tantangannya macam-macam, tidak boleh menyerah. Tidak boleh menyerah. Kalau ada masalah, nanti konsultasi dengan pendamping," katanya memberi semangat.

Dukungan PT Sari Roti: Aset, Pelatihan, dan Pendampingan

Regional Manager PT Sari Roti, Andi Bramantya Saputra, menjelaskan bahwa peluncuran ini merupakan tahap awal kerja sama yang berfokus pada pemberdayaan KPM PKH. Hal ini sejalan dengan visi perusahaan untuk memberdayakan masyarakat kurang mampu. "Untuk teknisnya kita akan mencari dan bekerja sama dengan pendamping (PKH) untuk KPM yang secara prioritasnya bisa kita bantu untuk berdaya," ujar Andi.

Pada tahap awal, total 417 KPM menerima bantuan program pemberdayaan, mencakup wilayah DIY dan Jawa Tengah. Para KPM akan menerima pinjaman aset dan fasilitas untuk menunjang proses penjualan roti keliling. Pihak Sari Roti juga akan memberikan pendampingan dan pelatihan sebelum KPM terjun ke lapangan.

"Untuk yang tidak mempunyai kendaraan bermotor, nanti kita sudah sediakan sepeda. Yang sudah punya sepeda motor, nanti kita ada box motor juga. Nanti setelah itu ada pendampingan, ada training. Baru nanti kita jualan di lapangan dan didamping oleh tim kita," jelas Andi.

"Ini prosesnya, ini selamanya akan kita pinjamkan. Jadi nanti ada proses ketika aset itu rusak, nanti akan diganti dengan yang baru," sambungnya.

Filterisasi KPM dan Peluang Lain

Andi menambahkan bahwa akan ada tahap filterisasi. Seluruh KPM yang terlibat akan disaring sesuai kemampuan masing-masing. Mereka tidak hanya diberdayakan sebagai hawker atau penjual roti keliling, tetapi KPM dengan latar belakang tertentu juga mendapatkan pemberdayaan menjadi karyawan pabrik atau pelatihan UMKM.

"Misalkan ada KPM yang memang pendidikannya mumpuni, itu nanti kita akan rekrut untuk menjadi salesman eksekutif di distributor. Kemudian, nanti ada ibu-ibu yang misalkan memang tidak bisa bergerak luas, itu nanti ada UMKM roti olahan Sari Roti. Jadi semua itu akan berdaya," ungkapnya.

Sistem Komisi dan Penggajian

Selama tiga bulan pertama, PT Sari Roti menggunakan sistem komisi bagi hasil. Setelah itu, skema akan berubah menjadi penggajian. Hingga kini, sistem penggajian tersebut masih dalam proses diskusi antara Kemensos dan PT Sari Roti.

"Jadi untuk penunjang mereka, supaya mereka juga berdaya, kita sistem komisi. Nanti setelah itu kita akan ada sistem penggajian. Komisi apa yang mereka jual, nanti akan ada komisi harian dan ada komisi bulanan. Itu di tiga bulan pertama. Setelah itu nanti proses penggajian," jelas Andi.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga

Acara peluncuran ini turut dihadiri oleh Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, Kepala Dinas Sosial Jawa Tengah Imam Maskur, serta perwakilan PT Sari Roti, termasuk Regional Manager Andi Bramantya Saputra dan Channel Development MBS Ulfa Utami.