KOMPAS.com - Bayangkan sebuah titik tunggal di Samudra Pasifik Selatan, terletak tepat di paruh jalan antara Kepulauan Chatham di Selandia Baru dan wilayah selatan Chile. Di tempat ini, kedalaman airnya mencapai lebih dari 4.000 meter dan garis pantai terdekat berjarak sejauh lebar sebuah benua.
Keunikan Titik Nemo
Tidak ada apa pun yang menandai keberadaannya di sana. Tidak ada pelampung suar, tidak ada pula pulau. Titik ini berada di koordinat 48°52.6′LS 123°23.6′BB. Secara resmi dikenal sebagai Titik Nemo, dinamai berdasarkan karakter fiksi ilmiah karya Jules Verne dalam novel Twenty Thousand Leagues Under the Sea. Lokasi ini adalah tempat yang paling sulit dijangkau di lautan Bumi, menjadikannya tempat yang sempurna untuk menjatuhkan wahana antariksa yang sudah tidak berfungsi.
Kuburan Wahana Antariksa
Lebih dari 250 wahana antariksa, mulai dari satelit hingga stasiun luar angkasa, telah berakhir di dasar samudra di sekitar Titik Nemo. Setiap wahana yang jatuh ke Bumi akan diarahkan ke zona ini untuk meminimalkan risiko terhadap manusia. Proses ini membutuhkan perhitungan yang sangat presisi untuk memastikan bahwa puing-puing tidak meleset dari target.
- Stasiun Luar Angkasa Mir milik Rusia adalah salah satu yang terbesar yang pernah jatuh di sana pada tahun 2001.
- Enam stasiun luar angkasa Salyut juga telah dikubur di lokasi yang sama.
- SpaceX dan perusahaan swasta lainnya juga menggunakan Titik Nemo sebagai tempat pembuangan akhir untuk roket bekas.
Meskipun terlihat seperti kuburan antariksa, Titik Nemo juga menjadi rumah bagi beberapa bentuk kehidupan laut yang ekstrem, seperti bakteri yang hidup di dasar samudra yang dalam dan gelap. Namun, secara keseluruhan, tempat ini tetap menjadi salah satu lokasi paling sepi dan terpencil di planet kita.



