Banyak orang terbiasa langsung mengupas dan memakan pisang tanpa mencucinya terlebih dahulu. Alasannya sederhana, karena bagian yang dimakan adalah daging buah, bukan kulitnya. Namun, para ahli menyarankan kebiasaan tersebut sebaiknya diubah.
Risiko Kontaminasi pada Kulit Pisang
Dilansir dari Southern Living, Senin (6/7/2026), mencuci pisang sebelum disimpan atau dikonsumsi dapat membantu mengurangi risiko masuknya kotoran, bakteri, hingga telur lalat buah yang menempel pada kulit pisang. Meski kulitnya tidak dimakan, kontaminan tersebut dapat berpindah ke tangan maupun daging buah saat proses mengupas.
Proses Pemindahan Kontaminan
Saat mengupas pisang, tangan Anda menyentuh kulit yang mungkin terkontaminasi. Kemudian, tangan yang sama memegang daging buah, sehingga bakteri dan kotoran dapat berpindah. Hal ini berpotensi menyebabkan masalah kesehatan, terutama jika pisang dikonsumsi tanpa dicuci terlebih dahulu.
Cara Mencuci Pisang yang Benar
Untuk mengurangi risiko kontaminasi, cucilah pisang dengan air mengalir sebelum disimpan atau dikonsumsi. Gosok perlahan permukaan kulit pisang untuk menghilangkan kotoran dan residu. Setelah dicuci, keringkan pisang dengan kain bersih atau tisu sebelum disimpan di suhu ruang atau di lemari es.
Kesimpulan
Mencuci pisang sebelum dikonsumsi adalah langkah sederhana yang dapat meningkatkan kebersihan dan mengurangi risiko paparan bakteri serta telur lalat buah. Meskipun kulitnya tidak dimakan, kebiasaan ini dianjurkan oleh para ahli untuk menjaga kesehatan.



