Aktris Shireen Sungkar menceritakan awal mula kecurigaannya terhadap kondisi putri bungsunya, Cut Shaffiyah, sebelum akhirnya didiagnosis dengan autisme. Dalam wawancara di kanal YouTube The Sungkars, Shireen mengungkapkan bahwa putrinya tidak menunjukkan tanda-tanda mencurigakan pada usia nol hingga dua tahun.
Tanda Awal yang Terlewatkan
"Shaffiyah itu dari nol sampai dua tahun menurut kita fine," kata Shireen. Ia menjelaskan bahwa satu-satunya indikasi yang muncul adalah keterlambatan bicara (speech delay). "Memang speech delay aja, tapi mumbling, kosakatanya ada, lite banget kelihatannya, main sama kakak-kakaknya mau, pokoknya normal aja," imbuhnya.
Shireen mengaku tidak langsung mencurigai autisme karena putrinya masih bisa berinteraksi dengan kakak-kakaknya dan menunjukkan perkembangan lain yang tampak wajar. Namun, seiring waktu, ia mulai menyadari adanya perbedaan yang lebih signifikan.
Proses Diagnosis Autisme
Setelah melewati usia dua tahun, Shireen dan suaminya, Teuku Wisnu, mulai berkonsultasi dengan dokter spesialis. Proses diagnosis autisme tidak instan; butuh waktu dan observasi mendalam. Shireen tidak merinci detail medis, tetapi menekankan pentingnya deteksi dini.
"Kita sebagai orangtua harus peka. Jangan anggap remeh speech delay, karena bisa jadi itu tanda awal sesuatu," pesan Shireen kepada para orangtua.
Dukungan Keluarga dan Terapi
Sejak diagnosis, Cut Shaffiyah menjalani berbagai terapi untuk mendukung perkembangannya. Shireen dan Teuku Wisnu berkomitmen memberikan pendampingan penuh. "Kami bersyukur keluarga besar sangat mendukung. Shaffiyah sekarang sudah jauh lebih baik," ujar Shireen.
Pengalaman ini juga mendorong Shireen untuk lebih vokal dalam mengedukasi publik tentang autisme. Ia berharap lebih banyak orangtua yang waspada terhadap tanda-tanda awal gangguan spektrum autisme.
Pesan untuk Orangtua
Shireen menekankan bahwa setiap anak memiliki perkembangan unik, tetapi keterlambatan tertentu perlu diwaspadai. "Jangan bandingkan anak kita dengan anak lain. Tapi kalau ada yang terasa berbeda, segera konsultasi ke ahli," tutupnya.



