Bayi 3 Bulan di China Kritis Usai Minum Susu Formula Dicampur Jus Sayur
Bayi 3 Bulan Kritis Usai Minum Susu Formula Campur Jus Sayur

Seorang bayi laki-laki berusia tiga bulan di China harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit setelah orangtuanya memberikan susu formula yang dicampur dengan jus sayuran, bukan air putih. Insiden ini terjadi di Provinsi Guangdong dan mengakibatkan bayi tersebut mengalami keracunan serius.

Kronologi Kejadian

Menurut laporan South China Morning Post (SCMP) pada Sabtu (20/6/2026), bayi tersebut dilarikan ke Rumah Sakit Perempuan dan Anak Zhongshan setelah tubuhnya berubah menjadi ungu, bibir membiru, dan mengalami sesak napas. Orangtua bayi mengaku bahwa gejala tersebut muncul tidak lama setelah anaknya mengonsumsi susu formula yang dicampur dengan jus sayuran.

Kondisi Bayi dan Perawatan Medis

Tim medis segera menangani bayi tersebut dan memasukkannya ke unit perawatan intensif (ICU). Dokter mendiagnosis bayi mengalami keracunan akibat kandungan nitrat yang tinggi dalam jus sayuran. Nitrat dapat mengikat hemoglobin dalam darah, mengurangi kemampuan darah untuk membawa oksigen, yang menyebabkan perubahan warna kulit dan bibir menjadi kebiruan (sianosis).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Menurut dokter, kondisi bayi kritis namun stabil setelah mendapatkan perawatan oksigen dan terapi pendukung. Bayi dipantau secara ketat untuk memastikan tidak ada kerusakan organ permanen.

Peringatan dari Dokter

Dokter menekankan bahwa susu formula bayi harus selalu dicampur dengan air matang yang sudah didinginkan, bukan dengan cairan lain seperti jus atau kaldu. Kandungan nitrat dalam sayuran seperti wortel, bayam, atau bit dapat berbahaya bagi bayi di bawah enam bulan karena sistem pencernaan mereka belum matang untuk memproses zat tersebut.

"Orangtua harus mengikuti petunjuk penyajian susu formula dengan tepat. Menambahkan bahan lain tanpa konsultasi medis dapat membahayakan nyawa bayi," ujar salah satu dokter di rumah sakit tersebut.

Kasus Serupa dan Edukasi Publik

Kasus ini bukan yang pertama terjadi di China. Beberapa insiden sebelumnya melibatkan orangtua yang mencampur susu formula dengan air beras, madu, atau bahkan alkohol, yang berakibat fatal. Pihak rumah sakit berencana mengadakan kampanye edukasi kepada orangtua baru tentang cara pemberian susu formula yang aman.

Orangtua bayi tersebut, yang tidak disebutkan namanya, mengaku menyesal dan berharap anaknya segera pulih. Mereka mengira jus sayuran lebih bergizi daripada air putih. Namun, dokter mengingatkan bahwa air putih adalah satu-satunya cairan yang aman untuk mencampur susu formula hingga bayi berusia enam bulan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga