Olah TKP Kecelakaan Bus ALS di Sumsel, Polisi Temukan Tabung Gas dan Motor di Muatan
Olah TKP Bus ALS: Temukan Tabung Gas dan Motor di Muatan

Polisi Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait kecelakaan maut yang melibatkan Bus ALS dan truk tangki minyak di Jalan Lintas Sumatera, Kelurahan Karang Jaya. Peristiwa nahas itu menewaskan 16 orang. Dalam proses olah TKP, petugas menemukan sejumlah barang yang tidak lazim di dalam muatan bus ALS.

Temuan Barang di Luar Ketentuan

Dalam olah TKP, polisi menemukan tabung gas hingga dua unit sepeda motor di dalam bus. Selain itu, petugas juga menjumpai kursi, dipan kayu, dan alat mesin motor. Temuan ini mengindikasikan adanya barang bawaan yang melanggar ketentuan angkutan penumpang umum. Saat ini, pihak kepolisian masih mendalami lebih lanjut terkait temuan tersebut.

Duka Cita dan Penanganan Maksimal

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Nandang Mu'min Wijaya menyampaikan turut berduka cita kepada seluruh keluarga korban. Ia memastikan pihaknya menangani insiden ini secara maksimal. "Ini adalah musibah besar yang sangat memilukan. Kami menyampaikan duka cita mendalam kepada seluruh keluarga korban. Seluruh kekuatan kami, mulai dari Polres Muratara, Polda Sumsel, RS Bhayangkara, hingga Tim DVI Pusdokkes Polri, saat ini bekerja tanpa henti untuk memastikan seluruh korban dapat teridentifikasi dan keluarga mendapatkan kepastian secepat mungkin," ujar Nandang kepada wartawan, Rabu (6/5/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Saat ini, fokus utama kepolisian adalah proses identifikasi para korban melalui operasi Disaster Victim Identification (DVI). Operasi DVI Polri dilakukan untuk memastikan seluruh korban teridentifikasi secara ilmiah dan akurat.

Pemindahan Jenazah dan Proses Identifikasi

Sebanyak 16 kantong jenazah yang sebelumnya dievakuasi ke RSUD Lubuk Linggau telah dipindahkan ke RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang untuk proses identifikasi lebih lanjut. Tim DVI dipimpin langsung oleh Kabid DVI Pusdokkes Polri Kombes Dr. Wahyu Hidajati, bersama tim ahli dari DVI Pusdokkes Polri.

Kronologi Kecelakaan

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 12.00 WIB. Bus ALS dengan nomor polisi BK-7778-DL melaju dari arah Lubuk Linggau menuju Rupit, sementara truk tangki PT Seleraya datang dari arah berlawanan. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, pengemudi bus ALS berinisial A diduga berupaya menghindari lubang jalan dan mengambil jalur kanan, sehingga terjadi tabrakan frontal yang memicu ledakan serta kebakaran hebat.

Korban Jiwa dan Luka-Luka

Insiden ini mengakibatkan 16 orang meninggal dunia, terdiri dari 14 penumpang bus dan dua kru truk tangki. Selain itu, tiga orang mengalami luka bakar serius dan saat ini dirawat intensif di RSUD Muara Rupit. Sementara itu, satu kenek bus yang mengalami luka ringan tengah menjalani pemeriksaan di Satlantas Polres Muratara.

Atensi terhadap Infrastruktur Jalan

Kepolisian juga memberikan perhatian terhadap kondisi infrastruktur jalan di lokasi kejadian. Fakta mengenai adanya lubang di jalur Lintas Sumatera yang diduga menjadi pemicu awal kecelakaan akan ditelusuri secara serius bersama pihak terkait demi keselamatan pengguna jalan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga