Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menjenguk korban kecelakaan Kereta Api (KA) Argo Bromo dengan KRL yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur. Prabowo menginstruksikan perbaikan perlintasan KA hingga investigasi kecelakaan.
Dirangkum dari berbagai sumber, Selasa (28/4/2026), peristiwa kecelakaan terjadi pada Senin (27/4) malam. Sebanyak 15 orang meninggal dunia dan puluhan orang terluka.
Prabowo Sempatkan Jenguk Korban Sebelum Kunker
Prabowo menyempatkan diri menjenguk para korban yang dirawat di RSUD Kota Bekasi. Prabowo tiba sekitar pukul 08.39 WIB didampingi Mensesneg Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Turut hadir Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono.
"Hari ini saya datang ke rumah sakit Bekasi, tentunya kita semua prihatin, kaget, dengan kecelakaan yang telah terjadi," ujar Prabowo usai menjenguk korban di RSUD Bekasi, Selasa (28/4). Prabowo menyampaikan belasungkawa dan berjanji akan melakukan investigasi.
"Saya ucapkan belasungkawa atas nama pribadi, atas nama pemerintah, kita segera akan mengadakan investigasi kejadiannya bagaimana," tegasnya.
1. Setujui Flyover di Bekasi Timur
Prabowo menyoroti perlintasan kereta api yang banyak tidak dijaga. Ia pun mengatakan segera menyetujui pembangunan flyover.
"Bekasi telah mengajukan dibuat flyover karena Bekasi ini juga padat ya dan keperluan kereta api itu sangat penting, sangat mendesak, jadi saya sudah setujui segera dibangun flyover," ujarnya.
Dana flyover akan berasal dari pemerintah pusat melalui bantuan presiden. "Langsung oleh bantuan presiden," ujarnya.
2. Perintahkan Perbaiki Perlintasan KA
Prabowo menyampaikan ada 1.800 titik lintasan seperti di Bekasi yang ada di Pulau Jawa. Ia menduga lintasan tersebut telah ada sejak zaman Belanda.
"Kemudian, di Jawa ada 1.800 titik yang juga lintasan seperti ini, saya kira dari zaman Belanda ya sudah berapa puluh tahun," kata Prabowo.
Prabowo memerintahkan jajarannya untuk memperbaiki semua lintasan, mulai dari pos jaga hingga perlu tidaknya dibangun flyover. "Sekarang sudahlah kita selesaikan semua itu, saya sudah perintahkan kita akan perbaiki semua lintasan tersebut dengan apakah dengan dilakukan pos jaga atau dengan flyover nanti pelaksananya kita tunjuk," kata Prabowo.
Perbaikan lintasan ini diperkirakan memakan biaya hampir Rp 4 triliun. Prabowo menekankan perbaikan harus dilakukan segera demi keselamatan.
3. Perintahkan Investigasi Kecelakaan
Prabowo memerintahkan jajarannya untuk segera melakukan investigasi penyebab kecelakaan. "Dan kita segera akan mengadakan investigasi, kejadiannya bagaimana," kata Prabowo.
Prabowo mengakui masih banyak perlintasan kereta api yang tidak memiliki palang pintu. Hal ini menurutnya membahayakan. "Tapi secara garis besar memang kita perhatikan di lintasan-lintasan kereta api ini banyak yang tidak terjaga ya. Kita segera akan atasi," jelasnya.



