Viral Remaja di Depok Terkapar Luka Bacok, Diduga Korban Tawuran
Viral Remaja Depok Terkapar Luka Bacok Diduga Tawuran

Seorang remaja berinisial F (14) ditemukan dalam kondisi terkapar dan bersimbah darah akibat luka bacok di Meruyung, Limo, Depok. Korban yang merupakan pelajar SMP diduga dibacok lawan tawuran dan ditemukan oleh warga sekitar. Kejadian ini viral di media sosial. Dalam rekaman video yang beredar, terlihat korban dalam kondisi terkapar dan bersimbah darah, ditemukan warga di pinggir jalan.

Kronologi Kejadian

Peristiwa itu terjadi pada Senin (8/6/2026) pukul 19.30 WIB di Meruyung, Limo, Depok. Mulanya, korban bersama kedua temannya yaitu R dan D, mereka berboncengan tiga orang menaiki sepeda motor. Sesampainya di Makam Kopo, Limo, ketiganya bertemu dengan kelompok tawuran yang berasal dari SMP lain. Mereka hendak melakukan tawuran di Pacuan Kuda Limo, melawan SMP yang berbeda.

“Pada saat menuju Pacuan Kuda Limo, F (korban) mengendarai sepeda motor membonceng R dan D. Kemudian kedua kelompok tersebut bertemu di Pacuan Kuda Limo,” ujar Kapolsek Cinere Kompol Chairul Saleh dalam keterangannya, Rabu (10/6).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Detik-detik Pembacokan

Saat di lokasi, D turun dari motor untuk melihat kelompok musuh. Karena jumlah tak seimbang, D kembali naik motor dan kabur ke Jalan Tiga Putera, Meruyung, Depok. “Saat melintas di Jalan Tiga Putera, sepeda motor yang dikendarai oleh F, R, dan D ditendang oleh kelompok musuh sehingga sepeda motor terjatuh,” ucapnya. Korban kemudian dibacok kelompok musuh hingga mengalami luka sobek di kepala dan pelipis. Sementara R dan D berlari, dan kabur meninggalkan korban.

Pertolongan Warga

“Kemudian warga sekitar yang lewat di lokasi kejadian memberi pertolongan kepada F dan menghubungi keluarga F. Korban kemudian dibawa Klinik As-Syifa Parung Bingung untuk dilakukan tindakan medis,” tuturnya. Setelah dilakukan tindakan medis, F dibawa pulang oleh keluarganya dikarenakan berobat jalan. Polisi masih mendalami terkait kasus tersebut, namun ortu korban membuat surat pernyataan karena enggan membuat laporan polisi (LP). “Sedang didalami tapi orang tua korban tidak mau buat Laporan Polisi,” tutupnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga