6 Fakta Penyiksaan YTR: Disiksa Sadis, Kepala Berbelatung
6 Fakta Penyiksaan YTR: Disiksa Sadis, Kepala Berbelatung

YTR menjadi korban penyiksaan dan penyekapan oleh Taufik Hidayat selama tiga tahun. Selama kurun waktu tersebut, Taufik berpindah-pindah kosan dan mengaku menikahi YTR untuk mengelabui warga. Kasus ini terungkap setelah YTR dilarikan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung (RSHS) pada 10 Juni. Taufik kini telah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Jawa Barat.

Penyiksaan Sadis dan Latar Belakang Pelaku

Kapolda Jabar, Irjen Pol Rudi Setiawan, menyatakan pihaknya masih mendalami kondisi kejiwaan Taufik. "Karena apa yang dilakukan ini merupakan sesuatu yang tidak wajar, di luar kebiasaan perilaku seseorang. Ini sadis," kata Rudi pada Selasa (23/6) malam.

Berdasarkan pemeriksaan sementara, Taufik diketahui memiliki kebiasaan mengonsumsi minuman keras. Pertengkaran kerap terjadi saat mantan debt collector itu dalam pengaruh alkohol. "Setiap dia mengonsumsi alkohol, selalu berdebat dengan kekasihnya. Terjadi cekcok yang kemudian berujung pada penganiayaan," ujar Rudi.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Bentuk Kekerasan: Dipukul hingga Disundut Rokok

Rudi menjabarkan bahwa YTR kerap mendapat kekerasan dari pelaku selama 2024 hingga 2026. Korban sering dipukul di bagian badan. Pada 2024, saat tinggal di kawasan Cicaheum, Bandung, Taufik tak segan menyundut rokok ke YTR jika sedang kesal. Di waktu lain, Taufik memukul mata kanan dan kiri YTR menggunakan benda padat, serta menebas lutut YTR dengan besi.

Kondisi Medis: Kepala Infeksi Berat dan Belatung

Direktur Utama RSHS Bandung, Rachim Dinata Marsidi, mengungkapkan kondisi YTR sangat serius saat tiba di rumah sakit. "Pas datang boleh dikatakan memang lukanya cukup banyak dan di daerah kepala infeksi yang hebat. Boleh dikatakanlah, ada belatung," kata Rachim. Pihak RSHS segera melakukan operasi pembersihan luka dan menemukan bakteri yang cukup berat.

Kondisi Terkini YTR

Saat ini kondisi YTR sudah membaik, namun ia mengalami gangguan penglihatan akibat penganiayaan berat. "Kondisi menurut dokter, mata sebelah kanan rusak. Matanya memang minus, kacamata tebal. Dibuka kacamata saja, matanya kurang jelas. Mata kiri pupilnya mengecil," ujar kerabat YTR, Erni. Meski begitu, YTR berusaha mandiri, seperti makan sendiri. "Saya suapi dia, tangannya seperti mau makan sendiri," kata Erni.

Permintaan Hukuman Berat

Dalam video yang diunggah Erni, YTR meminta Taufik dihukum berat. "Saya ingin dia dihukum seberat mungkin, biar dia rasakan apa yang saya rasain," kata YTR. Ayah YTR juga berharap hukuman maksimal. "Hukum seberat-beratnya, karena kita negara hukum, seumur hidup, karena YTR cacat seumur hidup," ucapnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga