Eks Atasan Cerita Strategi Agar Taufik Hidayat Tak Kabur Lagi
Eks Atasan Cerita Strategi Agar Taufik Hidayat Tak Kabur

Dadang Ahyar Ismail (53), mantan atasan Taufik Hidayat, tersangka kasus penganiayaan dan penyekapan terhadap pacarnya, membeberkan strategi persuasif yang membuat Taufik akhirnya menyerahkan diri. Negosiasi yang dilakukan Dadang berujung pada penangkapan Taufik di sebuah kompleks perumahan di Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, pada Selasa (23/6/2026).

Kronologi Negosiasi

Dadang menceritakan bahwa Taufik berulang kali menghubunginya melalui aplikasi WhatsApp dengan nomor yang berbeda-beda. Dalam percakapan tersebut, Taufik mengaku merasa tertekan karena kasusnya viral di media sosial dan sempat meminta perlindungan.

"Jadi ya sudah, gini aja. Kamu kalau misalkan lari-lari, kalau mujur sampai kakek-kakek pasti lari, capek, saya bilang gitu," ujar Dadang di kediamannya di Ciparay, dilansir detikJabar, Rabu (24/6/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dadang memperingatkan tersangka bahwa bersembunyi di tengah sorotan publik sangat berisiko. Ia memberikan pilihan logis kepada Taufik: menyerahkan diri secara baik-baik atau menghadapi risiko penangkapan paksa oleh warga maupun aparat kepolisian.

"Kamu pilih aja mau yang mana. Dia mikir lama. Sampai pada akhirnya kemarin, 'Ya sudah Pak, saya ngikut Bapak aja mau menyerahkan diri'. Ya sudah kalau menyerahkan diri nanti saya telepon pihak berwenang. Kebetulan saya telepon Pak Hendi, dari kepolisian juga. Saya koordinasi dengan Pak Hendi," katanya.

Strategi agar Tidak Kabur

Meski Taufik sudah menyatakan niatnya, Dadang mengaku tetap waspada dan menyusun strategi agar tersangka benar-benar menepati janjinya. "Cuma masih bikin strategi gimana caranya dia benar-benar menyerahkan diri, karena setiap telepon itu ganti-ganti nomor," tambahnya.

Dadang terus menekankan agar Taufik bersikap kooperatif. Akhirnya, tersangka menyanggupi untuk datang langsung ke rumah Dadang guna menyerahkan diri ke pihak berwenang. "Nah kebetulan dia telepon lagi, 'Pak saya sekarang mau menyerahkan diri' Saya bilang, kamu harus kooperatif. 'Oh iya saya insya Allah kooperatif'," ucap Dadang.

Penyerahan Diri

Berdasarkan keterangan Dadang, Taufik sempat mendatangi rumahnya pada Selasa pagi saat dirinya sedang bekerja, namun kemudian pergi lagi. Tersangka baru kembali pada sore hari untuk menyerahkan diri secara resmi di hadapan petugas kepolisian yang sudah bersiaga.

"Jadi pagi-paginya dia ke sini bawa motor terus pergi lagi. Akhirnya sore hari dia kooperatif dan benar-benar menyerahkan diri, Pak Hendi sudah nunggu di sini dan dibawa masuk dulu ke dalem rumah," bebernya.

Setelah diamankan, Taufik sempat dibawa ke Polsek Majalaya sebelum akhirnya digiring ke Mapolda Jabar. Dadang pun turut mendampingi proses tersebut atas permintaan tersangka.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga