Gempa Sangihe Hancurkan Rumah Ibadah dan Sekolah, Warga Trauma
Gempa Sangihe Hancurkan Rumah Ibadah dan Sekolah

Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Pantai Selatan Mindanao, Filipina, pada Senin pagi pukul 06.37 WIB, menyebabkan kerusakan parah di Desa Kawio, Kecamatan Kepulauan Marore, Kabupaten Kepulauan Sangihe. Tidak hanya rumah warga, tetapi juga rumah ibadah dan sekolah hancur akibat guncangan dahsyat tersebut.

Guncangan Kuat dan Lama

Sekretaris Desa Kawio, Risto Mandiangan, melaporkan bahwa getaran gempa terasa sangat kuat dan berlangsung lama. Guncangan dimulai dengan pelan, lalu semakin kuat, dengan gerakan turun-naik dan goyangan ke kanan-kiri. Hal inilah yang menyebabkan bangunan-bangunan, termasuk rumah ibadah dan sekolah, mengalami kehancuran total.

Hingga saat ini, gempa susulan masih terus terjadi dengan kekuatan yang signifikan. Warga Desa Kawio yang berjumlah 178 Kepala Keluarga atau sekitar 480 jiwa, mayoritas nelayan, terpaksa berkumpul di area terbuka karena khawatir akan gempa susulan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Warga Trauma dan Butuh Bantuan

Risto mengungkapkan bahwa masyarakat sangat trauma dan belum bisa kembali ke rumah mereka. Mereka belum memasak apa pun karena listrik padam. Satu-satunya akses komunikasi adalah melalui WiFi Starlink yang masih berfungsi. Belum ada bantuan yang tiba di Desa Kawio.

"Baru dari Kabupaten mereka minta data. Yang jadi persoalan jangan data dulu. Saya sudah kirim foto-foto di grup Pemerintah Kabupaten, saya sudah posting di Facebook di grup pembangunan Sangihe. Artinya, bagaimana langkah-langkah penanganan untuk segera, karena minta maaf, sampai dengan saat ini masyarakat masih trauma, mereka ada di ruang terbuka, mereka belum masak apa pun," ujar Risto.

Ia berharap pemerintah pusat dan daerah segera memberikan bantuan, terutama karena warga masih dalam kondisi darurat dan membutuhkan pasokan makanan serta tempat berlindung yang aman.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga