Kebakaran Kemayoran Padam Setelah 7 Jam, 35 Unit Damkar Dikerahkan
Kebakaran Kemayoran Padam Setelah 7 Jam, 35 Unit Dikerahkan

Kebakaran yang melanda permukiman padat penduduk di Jalan Kemayoran Gempol, Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, akhirnya berhasil dipadamkan. Petugas pemadam kebakaran (damkar) berjibaku selama kurang lebih tujuh jam untuk menjinakkan si jago merah.

Pemadaman Selesai Setelah Tujuh Jam

Command center damkar Jakarta melaporkan bahwa status kebakaran telah selesai pada Selasa (2/6/2026) dini hari. Informasi awal kebakaran diterima pada Senin (1/6) pukul 20.55 WIB, dan operasi pemadaman dimulai pukul 21.05 WIB. Proses pemadaman rampung pada pukul 04.15 WIB.

Sebanyak 35 unit mobil damkar dan 175 personel dikerahkan untuk memadamkan api. Kebakaran ini melanda permukiman padat dengan jumlah penghuni sekitar 400 hingga 500 kepala keluarga.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Penyebab dan Korban Belum Diketahui

Hingga saat ini, penyebab kebakaran belum diketahui. Kronologi kejadian juga masih dalam penyelidikan. Belum ada data final mengenai korban jiwa akibat kebakaran ini.

Pengungsian Disiapkan untuk Warga Terdampak

Pemerintah menyiapkan titik lokasi pengungsian warga di Lapangan Jusuf Hamka, Jalan Benyamin Suaeb. Tempat ini digunakan untuk pendataan dan koordinasi bantuan bencana kebakaran.

Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Safrizal ZA, menyatakan bahwa fasilitas pengungsian telah disiapkan dengan dukungan berbagai pihak. “Tempat pengungsian sementara disiapkan agar warga tidak berkumpul di jalan dan bisa beristirahat, beserta dengan logistik yang disiapkan BPBD bekerja sama dengan Dinas Sosial, PMI, dan Baznas,” jelas Safrizal.

Tiga tenda telah disiapkan dari Dinas Sosial DKI Jakarta. Sejumlah mobil logistik dari PMI dan BPBD telah tiba di lokasi. Saat ini, pendataan sedang dilakukan mencakup warga terdampak di dua RW, yakni RW 04 yang meliputi lima RT (RT 12, 13, 14, 15, dan 16) serta RW 05 yang mencakup tiga RT (RT 01, 02, dan 03).

Langkah Jangka Panjang bagi Warga

Safrizal menjelaskan bahwa data yang dikumpulkan akan mencakup usia sekolah untuk memastikan kebutuhan pendidikan anak tetap terpenuhi. Setelah situasi kedaruratan berakhir, pemerintah akan melakukan inventarisasi bangunan dan mendiskusikan langkah jangka panjang bagi warga.

“Nanti setelah semua kedaruratan ini selesai baru kita diskusikan seperti apa proses bagi warga masyarakat termasuk kemungkinan-kemungkinan kalau masyarakat ingin relokasi di tempat hunian yang lebih aman,” imbuh Safrizal.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga