Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan lebat yang akan melanda sejumlah wilayah Indonesia pada Selasa (2/6/2026) dan Rabu (3/6/2026). Fenomena ini dipicu oleh dinamika atmosfer yang mendukung peningkatan pertumbuhan awan hujan, terutama di wilayah Indonesia bagian utara.
Penyebab Hujan Lebat
Berdasarkan analisis BMKG, secara spasial aktivitas Gelombang Rossby Ekuatorial dan Gelombang Kelvin terpantau aktif di wilayah Indonesia bagian utara. Kedua gelombang atmosfer ini diketahui mampu memicu pembentukan awan hujan yang signifikan.
Peran Madden-Julian Oscillation (MJO)
Pada periode yang sama, Madden-Julian Oscillation (MJO) juga terpantau melintas di utara Kalimantan, utara Sulawesi, hingga Maluku Utara. MJO adalah fenomena interaksi antara laut dan atmosfer yang bergerak ke timur dan dapat memperkuat aktivitas konveksi, sehingga meningkatkan potensi hujan di daerah yang dilaluinya.
BMKG mengimbau masyarakat di wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat untuk waspada terhadap kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui kanal resmi BMKG.



