43 Pemburu Babi Diperiksa Usai Bocah Tewas Diserang Anjing di Bogor
43 Pemburu Babi Diperiksa Usai Bocah Tewas Diserang Anjing

Sebanyak 43 pemburu babi hutan telah diperiksa oleh Polsek Jasinga, Bogor, Jawa Barat, setelah seorang bocah laki-laki berusia 9 tahun tewas diserang anjing pemburu. Peristiwa tragis ini terjadi di wilayah Jasinga pada Minggu, 7 Juni 2026 siang.

Kronologi Kejadian

Kapolsek Jasinga AKP Agus Hidayat mengungkapkan bahwa para pemburu tersebut diamankan karena berada di sekitar lokasi kejadian. Mereka sedang melakukan perburuan babi hutan dengan menggunakan anjing. "Ini kebetulan pemburunya sudah kita amankan sekitar 43 orang. Iya pemburu babi hutan betul. Jadi memang mereka memburu babi hutan, nah memburunya ini membawa anjing, jadi babi hutannya dikejar sama anjing-anjing itu," ujar Agus pada Senin, 8 Juni 2026.

Agus menambahkan bahwa berdasarkan keterangan warga, perburuan babi hutan menggunakan anjing sudah sering terjadi di daerah tersebut. Para pemburu datang dari luar wilayah Jasinga. "Pertama memang sebenarnya di kampung itu sudah biasa, mereka sudah terbiasa melepaskan anjing untuk perburuan babi liar dan memang mereka tidak mengecek langsung kondisi medan yang ada, bahwa di medan atau di lokasi ada anak yang sedang mancing itu," kata Agus.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Korban Sedang Memancing

Korban diketahui sedang memancing bersama temannya ketika diserang oleh anjing pemburu. Bocah malang itu ditemukan tewas dengan luka di kepala dan leher di rerumputan. Kasus ini kemudian dilimpahkan ke Polres Bogor untuk penanganan lebih lanjut.

Pengembangan Kasus

Polres Bogor telah memeriksa total 57 orang terkait kasus ini. Selain itu, polisi juga mengamankan 21 unit mobil yang digunakan untuk mengangkut anjing pemburu. Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto turun langsung mengawal penanganan kasus tersebut. Ia memastikan proses hukum berjalan transparan dan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang serta tidak berspekulasi liar di media sosial.

"Seluruh barang bukti kendaraan, pemeriksaan 57 orang, hingga uji laboratoris terhadap ratusan hewan ini menjadi pijakan kuat bagi penyidik untuk mengusut tuntas perkara secara profesional dan transparan. Kami minta masyarakat mempercayakan sepenuhnya proses ini kepada petugas dan bersama-sama menjaga kondusivitas wilayah," tegas Wikha.

Sebelumnya, polisi juga mengamankan ratusan anjing yang diduga terlibat dalam peristiwa ini, dan empat di antaranya ditemukan mati. Kasus ini menjadi perhatian publik karena melibatkan perburuan liar yang mengakibatkan korban jiwa.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga