Sebanyak 250 rumah dan 330 Kepala Keluarga (KK) terdampak akibat kebakaran yang melanda kawasan Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat pada Senin, 1 Juni 2026. Peristiwa ini terjadi pada malam hari dan menyebabkan kepanikan di kalangan warga.
Pendataan Warga Terdampak
Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Safrizal ZA, menyatakan bahwa saat ini pendataan sedang dilakukan secara mendalam. Pendataan mencakup warga terdampak di dua RW, yaitu RW 04 yang meliputi lima RT (RT 12, 13, 14, 15, dan 16) serta RW 05 yang mencakup tiga RT (RT 01, 02, dan 03). Data yang dikumpulkan juga akan mencakup detail usia sekolah untuk memastikan kebutuhan pendidikan anak tetap terpenuhi.
Lokasi Pengungsian
Pemerintah menyiapkan titik lokasi pengungsian di Lapangan Jusuf Hamka, Jalan Benyamin Suaeb. Fasilitas pengungsian telah disiapkan dengan dukungan berbagai pihak. Tiga tenda telah didirikan oleh Dinas Sosial DKI Jakarta, dan sejumlah mobil logistik dari PMI hingga BPBD telah tiba di lokasi. Safrizal menjelaskan bahwa tempat pengungsian sementara disiapkan agar warga tidak berkumpul di jalan dan bisa beristirahat, beserta dengan logistik yang disediakan oleh BPBD bekerja sama dengan Dinas Sosial, PMI, dan Baznas.
Proses Pemadaman Api
Kebakaran yang melanda kawasan padat penduduk di Kampung Pasar Haji Ung, Jalan Kemayoran Gempol, Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, bermula sekitar pukul 20.55 WIB. Dinas Gulkarmat DKI Jakarta mengerahkan 35 unit mobil pemadam dengan 165 personel untuk menjinakkan api. Diduga, kebakaran dipicu oleh korsleting listrik. Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, Bayu Meghantara, memastikan bahwa sumber air di lokasi memadai dan petugas sigap menolong warga yang membutuhkan bantuan medis. Beberapa warga dilarikan ke rumah sakit karena luka ringan dan sesak napas akibat asap.
Kesaksian Warga
Salah satu warga sekaligus Sekretaris Gabungan RT 12 hingga 16 RW04 Kebon Kosong, Supriatin, menceritakan kepanikan saat api mulai merambat ke area rumahnya. Ia baru pulang mengojek dan melihat api sudah besar. Ia panik karena istrinya sedang sakit di rumah. Istrinya sempat mengalami sesak napas akibat paparan asap tebal, namun seluruh anggota keluarganya yang berjumlah tiga orang dalam kondisi selamat.
Setelah situasi kedaruratan berakhir, pemerintah akan melakukan inventarisasi bangunan dan mendiskusikan langkah jangka panjang bagi warga, termasuk kemungkinan relokasi ke tempat hunian yang lebih aman.



