Minimarket di wilayah Cimanggis, Depok, menjadi sasaran komplotan perampok bersenjata. Aksi yang terjadi pada Senin malam (18/5) itu mengakibatkan kerugian mencapai Rp36 juta. Para pelaku dilaporkan menodongkan senjata api (senpi) dan senjata tajam (sajam) kepada pegawai minimarket.
Empat Pelaku Terlibat
Kasat Reskrim Polres Metro Depok, AKBP Made Gede Oka Utama, mengungkapkan bahwa komplotan tersebut berjumlah empat orang. Dua di antaranya masuk ke dalam toko, sementara dua lainnya menunggu di luar. “Kita sudah mengidentifikasi, yang masuk ke dalam minimarket itu sekitar dua orang, dan di luar ada sekitar dua orang yang menunggu,” ujar AKBP Made kepada wartawan di Polres Metro Depok pada Senin (25/5).
Ancaman dan Kerugian
Meskipun tidak ada korban luka, para pegawai minimarket mengalami ancaman yang masuk dalam kategori tindak pidana pencurian dengan kekerasan. “Tidak ada (pegawai yang terluka) ya. Tidak ada, tapi mengalami pengancaman dan masuk ke dalam tindak pidana pencurian dengan kekerasan,” tambahnya. Pelaku berhasil menggasak uang tunai Rp36 juta dari brankas minimarket. “(Ditodong pakai) Senjata tajam. Dan kita duga juga salah satu pelaku membawa senpi. Kerugiannya sudah kita dapatkan dari hasil laporan dari korban, senilai uang tunai Rp36 juta dari brankas minimarket,” jelas Made.
Pengejaran Pelaku
Polres Metro Depok saat ini masih menyelidiki kasus tersebut dan berkoordinasi dengan Polres Metro Jakarta Timur untuk mengejar pelaku. Koordinasi ini dilakukan karena diduga komplotan perampok di Depok sama dengan pelaku perampokan minimarket di Duren Sawit, Jakarta Timur. “Kami melihat yang di sana, kita juga berkoordinasi dengan Polres Jakarta Timur, apakah ada kesamaan (terkait kasus tersebut). Kami masih berkoordinasi untuk hal tersebut,” ucap AKBP Made. “Untuk kejadian yang ada di minimarket wilayah Cimanggis, masih kita dalam pengejaran, mohon doanya agar segera terungkap,” tutupnya.



