Ratusan Rumah Terbakar di Kemayoran, Wamensesneg: Lahan Milik PPK Kemayoran
Ratusan Rumah Terbakar di Kemayoran, Lahan Milik PPK

Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro memberikan klarifikasi mengenai status lahan yang terdampak kebakaran di Jalan Kemayoran Gempol, Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat. Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa lahan tersebut masih merupakan aset pemerintah yang dikelola oleh Pusat Pengelolaan Kompleks Kemayoran (PPK Kemayoran).

“Kalau lahannya tetap lahan milik PPK Kemayoran ya. Mengenai mukimnya warga di daerah ini tentu harus kita lihat satu per satu. Tapi yang jelas ini masih menjadi milik pemerintah melalui PPK Kemayoran,” ujar Juri kepada wartawan di lokasi kejadian pada Selasa (2/6/2026).

Ketika ditanya apakah seluruh area yang terbakar termasuk dalam lahan PPK Kemayoran, Juri membenarkan dengan jawaban singkat, “Iya, iya.”

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pendekatan Humanis untuk Warga Terdampak

Meski status lahan sudah jelas, Juri menekankan bahwa pemerintah akan mengutamakan pendekatan humanis dalam menangani warga yang menjadi korban kebakaran. Pemerintah berkomitmen mencari solusi terbaik terkait penataan kawasan dan masa depan para penghuni.

“Kita akan cari solusi sebaik-baiknya. Yang pertama tentu kita akan memanusiakan dan menghargai setiap warga. Kalaupun ada jalan keluar bagaimana menata permukiman ini, kita akan cari jalan sebaik-baiknya supaya tidak ada masalah,” jelasnya.

Juri menambahkan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada penanganan darurat pascakebakaran, tetapi juga memikirkan solusi jangka panjang agar warga dapat tinggal di lingkungan yang lebih aman dan tidak rentan terhadap kebakaran serupa.

“Intinya kita tidak hanya melihat kebakarannya, tapi harus memikirkan ke depan ini warga sebaiknya seperti apa. Pemerintah memahami bahwa warga harus tinggal di tempat yang layak, yang baik, yang tidak rawan musibah kebakaran seperti ini,” katanya.

Koordinasi dengan Berbagai Pihak

Pemerintah akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Kementerian Perumahan, dan instansi terkait lainnya untuk menentukan langkah selanjutnya. Salah satu opsi yang sedang dikaji adalah penyediaan hunian yang lebih layak bagi warga terdampak.

“Kita akan cari jalan keluarnya. Yang jelas dalam waktu yang mungkin tidak terlalu lama kita akan mencari solusi, karena ini kan sering sekali terjadi kebakaran di tempat ini dan kita semua prihatin,” imbuh Juri.

Data Kebakaran dan Korban

Kebakaran hebat ini dilaporkan menghanguskan sebanyak 250 rumah warga, dengan 350 keluarga terdampak. Petugas pemadam kebakaran menerima laporan awal pada Senin (1/6) sekitar pukul 20.55 WIB, dan operasi pemadaman dimulai pukul 21.05 WIB hingga selesai pada pukul 04.15 WIB.

Akibat kebakaran ini, tiga orang mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh korsleting listrik.

Sebelumnya, Wamensesneg juga telah diutus oleh Presiden Prabowo untuk menyerahkan bantuan kepada para korban kebakaran di lokasi pengungsian.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga