Saksi Bantah Desakan Sewa Terminal BBM Anak Riza Chalid di Sidang Korupsi Minyak
Saksi Bantah Desakan Sewa Terminal BBM Anak Riza Chalid

Saksi Bantah Desakan Sewa Terminal BBM Anak Riza Chalid di Sidang Korupsi Minyak

Pengusaha Irawan Prakoso dengan tegas membantah telah mendesak PT Pertamina (Persero) untuk menyewa terminal bahan bakar minyak (BBM) milik putra saudagar minyak Riza Chalid, Muhammad Kerry Adrianto Riza. Penyangkalan ini disampaikan dalam sidang kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang Pertamina di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, yang kembali digelar dengan terdakwa mantan Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution dan mantan Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya Yuktyanta.

Bantahan Terhadap Dakwaan Jaksa

Dalam persidangan, penasihat hukum terdakwa, Aldres Napitupulu, mengonfirmasi sejumlah poin dalam surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menyebut keterlibatan Irawan sebagai pihak yang menyampaikan pesan dari Muhammad Riza Chalid terkait penyewaan terminal BBM milik PT Orbit Terminal Merak (OTM). Aldres bertanya, "Ini ada dakwaan seperti ini Pak, benar enggak, bapak tahun 2012 sebagai orang kepercayaannya Muhammad Riza Chalid menyampaikan pesan dari Muhammad Riza Chalid agar Pertamina Persero menggunakan TBBM di Merak ke Pak Hanung?" Irawan menjawab, "Tidak pernah Pak."

Irawan juga membantah pernah menawarkan atau menyampaikan informasi terkait rencana pengambilalihan terminal BBM PT OTM. Hal ini disampaikannya setelah Aldres membacakan surat dakwaan, yang menyebut Irawan bertemu Hanung pada Maret 2013. Menurut Aldres, pertemuan itu bukan membahas TBBM PT OTM yang ditawarkan kepada Pertamina dan hanya sebatas silaturahmi. "Silaturahmi Pak," jawab Irawan. Ia menegaskan tidak pernah berkomunikasi dengan pihak lain terkait penggunaan fasilitas TBBM Merak maupun persoalan pembayaran oleh Pertamina.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Ketidaktahuan Soal Tunggakan Sewa

Irawan mengaku tidak mengetahui adanya isu Pertamina menunggak membayar sewa terminal BBM milik PT OTM. Sebab, Kerry Riza tidak pernah menceritakan mengenai hal tersebut. Aldres bertanya, "Kemudian nih pak, antara tahun 2014 sampai 2017 apakah Kerry atau direkturnya Pak Gading pernah menghubungi bapak atau entah dari mana bapak tahu bahwa penggunaan fasilitas TBBM Merak belum dibayar oleh Pertamina? Sehingga minta tolong bapak untuk menyelesaikannya atau gimana?" Irawan menjawab, "Oh enggak (tahu), enggak pernah (dapat cerita)." Saat ditanya lagi, "Bapak pernah tahu bahwa 2014 sampai 2017 Pertamina tidak membayar penggunaan TBBM itu, pernah diceritakan enggak Pak?" Irawan menegaskan, "Tidak tahu."

Seusai persidangan, Irawan menegaskan tidak pernah menekan Hanung, Alfian, atau pihak Pertamina lainnya terkait penyewaan terminal BBM milik PT OTM. "Saya tegaskan ya sekali lagi dalam persidangan tadi. Yang pertama, saya tidak pernah namanya menekan Pak Hanung, ya, atau Pak Alfian, baik atas nama saya sendiri atau atas nama Pak Mohammad Riza Chalid atau atas nama OTM," kata Irawan.

Klaim Pertemuan Hanya untuk Bisnis Lain

Dalam pertemuannya dengan Hanung, Irawan juga mengklaim tidak pernah mengatasnamakan atau menyampaikan pesan Riza Chalid. Dia juga tidak pernah membicarakan masalah OTM dan penyewaan terminal BBM dalam pertemuannya dengan Hanung. "Jadi yang saya bicarakan adalah masalah peluang bisnis lainnya. Yaitu waktu itu saya yang saya sampaikan di sidang juga bahwa waktu itu saya ingin apa namanya, ingin merintis bisnis biosolar. Walaupun pada akhirnya bisnis itu tidak terjadi. Jadi sebenarnya itu uh, pada prinsipnya," ujarnya.

Sebagai informasi, Irawan tidak khawatir dengan ancaman jaksa yang meminta majelis hakim menetapkannya sebagai tersangka pemberian keterangan palsu di persidangan. Dia meyakini telah menyampaikan keterangan dengan sebenar-benarnya. Soal unit mobil yang disita Kejaksaan Agung (Kejagung), Irawan menyatakan kendaraan itu bukan milik Riza Chalid, sebab diperoleh dari hasil kerjanya. "Mobil-mobil itu adalah hasil kerja keras saya, hasil keringat saya sendiri. Tidak ada keterkaitannya sama sekali dengan Mohammad Riza Chalid. Jadi mudah-mudahan ya mobil itu bisa dikembalikan kembali ke saya," Irawan menandaskan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga

Sidang ini merupakan bagian dari kasus korupsi dalam tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada PT Pertamina (Persero), Sub Holding dan Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) tahun 2018-2023, dengan barang-barang bukti dan aset-aset milik Mohammad Riza Chalid telah disita oleh tim penyidik Kejaksaan Agung.