Saksi Ungkap Permintaan Uang Rp 1 Miliar dari Noel Usai 2 Bulan Jadi Wamenaker
Saksi Ungkap Noel Minta Uang Rp 1 Miliar Usai 2 Bulan Jabat

Saksi Ungkap Permintaan Uang Rp 1 Miliar dari Noel Usai 2 Bulan Jadi Wamenaker

Terungkap fakta mengejutkan dalam sidang kasus pemerasan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). Irvian Bobby Mahendro, terdakwa yang dijuluki 'sultan' Kemnaker, bersaksi bahwa mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer Gerungan (Noel) meminta uang operasional sebesar Rp 1 miliar.

Permintaan Uang dalam Dua Tahap

Bobby menyampaikan kesaksiannya di Pengadilan Tipikor Jakarta pada Senin (20/4/2026). Dia bersaksi untuk terdakwa Noel, Fahrurozi selaku Dirjen Binwasnaker dan K3 pada Maret 2025, Miki Mahfud dari PT KEM Indonesia, serta Temurila dari PT KEM Indonesia.

Dalam persidangan, jaksa membacakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Bobby yang mengungkap koordinasi dengan seseorang bernama David terkait urusan Noel. "Pada saat disampaikan seperti itu saya tidak tahu maksud dan tujuannya apa tapi setelah pertemuan itu, ada pertemuan David dengan saya," jelas Bobby.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

David kemudian menyampaikan kebutuhan operasional Wamenaker. "Seingat saya sekitar bulan Desember," kata Bobby ketika ditanya waktu permintaan tersebut. Noel sendiri menjabat sebagai Wamenaker mulai Oktober 2024, yang berarti permintaan uang terjadi hanya sekitar dua bulan setelah dia menjabat.

BAP tersebut menerangkan bahwa Noel meminta uang operasional sebesar Rp 1 miliar dalam dua kali permintaan, masing-masing Rp 500 juta. Bobby membenarkan isi BAP tersebut dengan jawaban singkat: "Iya betul."

Permintaan Tambahan untuk Perayaan Natal

Selain uang operasional, Bobby juga mengungkapkan adanya permintaan uang dari Noel untuk perayaan Natal. Meskipun Noel tidak menyebutkan nominal spesifik, dia meminta bantuan untuk perayaan tersebut.

"Pada saat itu yang bersangkutan tidak menyebut nominal tapi hanya bilang tolong dibantu untuk perayaan Natal," jelas Bobby. Dia kemudian mengaku menyerahkan uang sebesar Rp 50 juta yang tidak diterima langsung oleh Noel, melainkan melalui seorang perempuan yang diduga anak buah Noel.

Ketika jaksa menanyakan konfirmasi penyerahan uang tersebut, Bobby menjawab: "Iya," menegaskan bahwa uang untuk perayaan natal sudah diserahkan kepada perempuan tersebut.

Dakwaan KPK terhadap Noel

Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mendakwa Noel melakukan pemerasan dalam pengurusan sertifikasi K3 bersama sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemnaker. Dalam dakwaannya, jaksa menyebutkan Noel meminta jatah sebesar Rp 3 miliar.

Perbuatan tersebut dilakukan Noel bersama para terdakwa lain, termasuk Fahrurozi, Hery Sutanto, Subhan, Gerry Aditya Herwanto Putra, Irvian Bobby Mahendro, Sekarsari Kartika Putri, Anitasari Kusumawati, Supriadi, Miki Mahfud, dan Termurila.

"Telah melawan hukum atau menyalahgunakan kekuasaannya terkait dengan Penerbitan dan Perpanjangan Sertifikasi/Lisensi Individu Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bagi para pemohon sertifikasi/lisensi K3," demikian bunyi dakwaan terhadap Noel.

Total Kerugian Negara dan Gratifikasi

Dalam dakwaannya, jaksa menyatakan para terdakwa memaksa para pemohon sertifikasi dan lisensi K3 memberikan uang total Rp 6.522.360.000 (Rp 6,5 miliar). Kasus ini terjadi sejak 2021, bahkan sebelum Noel menjabat sebagai Wamenaker.

Noel juga didakwa menerima gratifikasi sebesar Rp 3,3 miliar dan satu unit motor Ducati Scrambler. Jaksa menyatakan gratifikasi tersebut diterima Noel dari pihak swasta dan anak buahnya di Kemnaker selama periode Oktober 2024 hingga Agustus 2025.

"Bahwa Terdakwa Immanuel Ebenezer Gerungan pada periode Oktober 2024 sampai dengan Agustus 2025, baik langsung maupun tidak langsung telah menerima uang yang seluruhnya berjumlah Rp 3.365.000.000 dan satu unit sepeda motor Ducati Scrambler dengan Nopol B-4225-SUQ dari ASN Kemnaker dan pihak swasta lain," tegas jaksa dalam dakwaannya.

Sidang kasus ini digelar dalam berkas terpisah di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, dengan perkembangan terbaru mengungkap permintaan uang yang terjadi hanya dua bulan setelah Noel menjabat sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga