Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Buruh, Ferri Nuzarli, secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya pada Jumat (26/6/2026). Langkah itu diikuti oleh sekitar 1,3 juta anggota dan pengurus Organisasi Rakyat Indonesia (ORI), sayap politik dari Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI). Keputusan massal ini dipicu oleh perbedaan pandangan yang semakin mendasar mengenai arah perjuangan partai.
Penyebab Mundur Massal: Perbedaan Pandangan dan Sikap
Dalam konferensi pers yang digelar Jumat (26/6), Ferri menjelaskan bahwa keputusan tersebut bukanlah hal yang mudah. "Setelah berbagai pertimbangan dan evaluasi, kami melihat sudah ada perbedaan pandangan, sikap, serta arah perjuangan yang semakin mendasar," ujarnya, sebagaimana dikutip pada Minggu (28/6). ORI sendiri merupakan salah satu dari 11 organisasi yang menginisiasi pendirian Partai Buruh pada Kongres I Oktober 2021 silam.
Ferri menginstruksikan seluruh pengurus ORI yang menduduki jabatan struktural di Partai Buruh—dari tingkat pusat hingga kecamatan—untuk segera menyampaikan surat pengunduran diri secara administratif. Pengurus yang mengikuti langkah itu tersebar di berbagai daerah, antara lain Sumatra Utara, Riau, Jambi, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Lampung, Sumatera Barat, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Maluku, Maluku Utara, hingga Papua.
Analogi Rumah Tangga dan Upaya Kekeluargaan yang Gagal
Ferri mengibaratkan hubungan ORI dengan Partai Buruh seperti rumah tangga yang menghadapi persoalan berkepanjangan. Berbagai upaya penyelesaian secara kekeluargaan tidak membuahkan hasil. "Masalah internal sebenarnya sudah lama kami coba selesaikan secara kekeluargaan, tetapi persoalannya terus bertambah hingga akhirnya, berdasarkan evaluasi dan masukan dari seluruh daerah, kami memutuskan cukup sampai di sini," tuturnya. Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa pengunduran diri dilakukan dengan cara baik-baik dan hubungan persaudaraan dengan Partai Buruh tetap akan dijaga.
Tanggapan Said Iqbal: Hal Lumrah dan Tak Pengaruhi Soliditas
Menanggapi pengunduran diri massal tersebut, Presiden Partai Buruh Said Iqbal menyatakan bahwa hal itu merupakan peristiwa lumrah dalam partai politik dan tidak akan memengaruhi soliditas Partai Buruh. "Terhadap klaim sahabat saya tersebut, saya tidak ada komentar, apalagi terkait anggota 1,3 juta tersebut," kata Said kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (27/6) malam. Ia juga mengonfirmasi bahwa partainya tetap akan melantik pengurus pleno tingkat pusat serta pengurus di 38 provinsi dan 493 kabupaten/kota pada Senin (29/6).
Kursi Sekjen Segera Diisi dari Internal Partai
Said Iqbal memastikan bahwa kursi Sekjen yang ditinggalkan Ferri akan segera diisi dari kader internal partai. "Dari internal Partai Buruh (sekjennya)," ujarnya. Partai Buruh sendiri dibangun kembali oleh para pendiri yang berasal dari empat konfederasi serikat pekerja terbesar, 50 federasi serikat pekerja tingkat nasional, forum guru dan tenaga honorer, serta organisasi petani dan nelayan.
Debut Pemilu 2024: Gagal ke Senayan
Pada Pemilu 2024, Partai Buruh menjalani debut sebagai peserta pemilu. Namun, partai tersebut gagal meraih kursi di DPR dan tidak berhasil melenggang ke Senayan. Pengunduran diri massal ini menambah dinamika internal partai pasca-Pemilu.



