Bareskrim Tangkap 4 Pengedar Vape Etomidate di Sumut, Sita Tas LV Berisi Sabu
Bareskrim Tangkap 4 Pengedar Vape Etomidate di Sumut

Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri berhasil menggagalkan peredaran vape yang mengandung etomidate di wilayah Deli Serdang, Sumatera Utara. Dalam operasi yang dilakukan pada Minggu (21/6/2026) hingga Senin (22/6/2026), polisi menyita 114 cartridge vape dengan berbagai merek seperti 'Squid Game', 'Pablo Escobar', dan 'Popeye', serta sebuah tas mewah Louis Vuitton yang berisi sabu dan uang tunai Rp18.390.000.

Kronologi Penangkapan

Pengungkapan ini bermula dari laporan masyarakat mengenai maraknya peredaran vape etomidate di Medan dan sekitarnya. Tim Subdit III Bareskrim melakukan penyelidikan dan profiling terhadap target bernama Wiwik. "Tim Subdit III melakukan penyelidikan dan melakukan profiling terhadap target bernama Wiwik yang teridentifikasi sebagai pengedar narkotika jenis vape mengandung etomidate tersebut," kata Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, dalam keterangannya, Selasa (23/6/2026).

Polisi mendapatkan informasi bahwa Siti Pratiwi alias Wiwik (37) tengah bergerak mengambil vape menggunakan mobil Wuling biru dengan pelat BK 1373 AGE pada Minggu (21/6). Penyidik melakukan pembuntutan sejak pelaku masuk ke jalan Tol Helvetia. "Tim subdit III mengikuti mobil tersebut masuk ke dalam Jalan Tol Helvetia, kemudian mobil keluar Tol di Tanjung Morawa, dan mobil berhenti di Alfamidi (Jalan) Batang Kuis," jelas Eko.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Penggeledahan dan Temuan

Di lokasi pertama, penyidik mengamankan Wiwik bersama Husni Ismail alias Wak Midun (57) yang juga berada di dalam mobil. Dari hasil penggeledahan, ditemukan 11 cartridge vape merek 'Squid Game' dan 'Popeye', alat hisap sabu (bong), serta sebuah tas merek Louis Vuitton (LV) yang berisi dua klip diduga sabu serta uang tunai Rp18.390.000.

Berdasarkan pengakuan Wiwik, sisa stok vape etomidate lainnya dibawa oleh karyawannya bernama Fauzan. Penyidik bergerak cepat mengejar Fauzan ke arah Jalan Bakaran Batu, Desa Tumpatan, Kecamatan Beringin. "Fauzan berhasil ditangkap bersama dengan Erwin di pinggir jalan di samping warung kelontong Jalan Bakaran Batu, Beringin, Deli Serdang. Saat jok motor digeledah, ditemukan tas kuning berisi 103 cartridge vape mengandung etomidate," ungkap Brigjen Eko.

Total Barang Bukti dan Modus Operandi

Dari keempat tersangka, penyidik menyita total 114 vape mengandung etomidate dengan rincian 110 merek 'Squid Game', 3 merek 'Pablo Escobar', dan 1 merek 'Popeye'. Berdasarkan pemeriksaan awal, barang haram tersebut dipesan oleh Wak Midun atas perintah Wiwik dari seorang bandar bernama Hendrich. Saat ini, Hendrich telah ditetapkan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

"Wak Midun sudah dua kali melakukan pemesanan ke Hendrich atas permintaan Wiwik. Yang pertama sebanyak 10 pcs vape sudah habis terjual, dan yang sekarang ini pemesanan kedua sebanyak 114 pcs," imbuh Eko. Modusnya, Wiwik mentransfer uang muka sebesar Rp40 juta ke rekening Hendrich. Dia membeli satu unit cartridge seharga Rp1,5 juta dan menjualnya kembali seharga Rp1,7 juta, dengan keuntungan Rp200 ribu per pcs.

Dampak dan Ancaman Hukum

Brigjen Eko menaksir nilai ekonomi dari barang bukti yang disita mencapai Rp285.000.000. Dia menyatakan dengan total barang bukti yang berhasil diamankan setara dengan menyelamatkan 456 jiwa dari penyalahgunaan narkotika. "Barang bukti tersebut diperkirakan dapat menyelamatkan sekitar 456 jiwa dari penyalahgunaan narkotika," pungkasnya.

Atas perbuatannya, para tersangka terancam dijerat dengan Pasal 119 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, serta pasal-pasal dalam KUHP baru (UU No. 1 Tahun 2023) yang telah disesuaikan pada tahun 2026.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga