Presiden klub Semen Padang FC, Andre Rosiade, menggelar rapat besar yang melibatkan seluruh jajaran manajemen dan karyawan PT Kabau Sirah Semen Padang (KSSP) di Kantor PT KSSP Indarung. Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk menyatukan visi seluruh elemen klub dalam menghadapi Liga 2 musim 2026/2027. Target yang dicanangkan sangat tegas: mengembalikan Kabau Sirah ke Liga 1 sekaligus menuntaskan seluruh persoalan warisan musim lalu, termasuk sanksi banned FIFA.
Rapat Besar Manajemen
Rapat tersebut dihadiri oleh Komisaris Utama PT KSSP Ilham Adelano Azre, Komisaris Win Bernadino, Direktur Keuangan PT KSSP Fredo Syukri, General Manager Denny Sulthon, Asisten General Manager Wahyu Hidayat, serta seluruh jajaran karyawan PT KSSP. Dalam arahannya, Andre menegaskan bahwa seluruh unsur klub harus bergerak dalam satu komando dan memiliki target yang sama untuk membangkitkan kembali kejayaan Semen Padang FC, yaitu menjadi juara Liga 2 dan promosi ke Liga 1.
“Kita diskusi menyamakan persepsi dan memperkuat kolaborasi untuk mambangkik batang tarandam. Pertama, klub ini bisa kembali ke Liga 1,” kata Andre yang juga Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dalam keterangannya, Senin (8/6/2026).
Profesionalisme Perusahaan
Menurut Andre, kebangkitan Semen Padang FC tidak hanya diukur dari prestasi di lapangan, tetapi juga dari profesionalisme perusahaan yang mengelola klub. “Tentunya juga agar PT Kabau Sirah Semen Padang semakin sehat dan semakin profesional. Kita diskusikan bersama-sama. Alhamdulillah, semua satu visi, satu misi, dan satu komitmen,” ujarnya.
Pekerjaan Rumah: Banned FIFA
Selain mempersiapkan tim untuk kompetisi, Andre menegaskan ada pekerjaan rumah besar yang harus segera dituntaskan, yakni menyelesaikan banned FIFA yang hingga kini masih membayangi Semen Padang FC. Andre menargetkan seluruh persoalan tersebut selesai sebelum 1 Agustus 2026 agar tidak menghambat proses pendaftaran pemain baru untuk musim mendatang. “Semen Padang FC juga ada kewajiban untuk menyelesaikan permasalahan musim lalu, salah satunya menyelesaikan banned FIFA,” tegasnya.
Andre bahkan secara khusus menugaskan Komisaris PT KSSP Win Bernadino untuk memimpin upaya penyelesaian seluruh persoalan tersebut. “Insya Allah saya tugaskan Win Bernadino selaku perwakilan PT Semen Padang di klub untuk berupaya menyelesaikan permasalahan tersebut jelang 1 Agustus. Mulai dari semua masalah masa lalu hingga banned FIFA sehingga nanti pemain baru bisa didaftarkan,” katanya.
Pembentukan Skuad Baru
Tak hanya fokus pada pembenahan administrasi, Andre juga memastikan proses pembentukan skuad baru terus berjalan. Saat ini tim pelatih tengah menyeleksi sembilan pemain asing yang diproyeksikan mengisi posisi penting di dalam tim. “Pemain asing saat ini ada sembilan orang yang diseleksi. Satu bek, satu gelandang, dan satu striker. Malam ini head coach Nil Maizar rapat untuk memutuskan itu. Sembilan nama tersebut belum pernah bermain di Liga Indonesia,” ungkap Andre.
Pemain Naturalisasi
Kabar yang tak kalah menarik, Andre juga memberi sinyal kuat bahwa Semen Padang FC segera memperkenalkan dua pemain naturalisasi untuk memperkuat skuad Kabau Sirah pada musim 2026/2027. “Nanti ada dua orang pemain naturalisasi juga akan diumumkan,” ujarnya.
Pernyataan Andre menjadi sinyal keseriusan manajemen dalam membangun kekuatan baru Semen Padang FC. Dengan target juara Liga 2 dan promosi ke Liga 1, penyelesaian banned FIFA sebelum batas waktu pendaftaran pemain, serta hadirnya amunisi baru dari pemain asing dan naturalisasi, Kabau Sirah bersiap membuka lembaran baru untuk kembali bersaing di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.



