Pertandingan Argentina vs Mesir di babak 16 besar Piala Dunia 2026 berakhir dengan kontroversi. La Albiceleste menang dramatis 3-2 atas Mesir di Atlanta pada Selasa (7/7/2026) malam WIB. Kekalahan tersebut memicu kemarahan pelatih Mesir, Hossam Hassan, dan para pemainnya.
Keputusan Wasit Dipertanyakan
Hossam Hassan menilai timnya menjadi korban sejumlah keputusan kontroversial wasit yang mengubah jalannya pertandingan. "Kami merasa dicurangi. Wasit membuat beberapa keputusan yang sangat merugikan kami," ujar Hassan dalam konferensi pers usai pertandingan.
Mesir sebenarnya tampil di luar dugaan. Berstatus sebagai tim non-unggulan, The Pharaohs mampu mengejutkan juara bertahan dengan unggul cepat dan sempat memimpin 2-0. Gol pertama Mesir dicetak oleh Mohamed Salah pada menit ke-15, disusul gol kedua dari Mahmoud Trezeguet pada menit ke-28.
Argentina Bangkit
Argentina baru bisa memperkecil ketertinggalan pada menit ke-40 melalui gol Lionel Messi. Babak pertama berakhir dengan skor 2-1 untuk keunggulan Mesir. Pada babak kedua, Argentina tampil lebih agresif. Gol penyama kedudukan dicetak oleh Julian Alvarez pada menit ke-60. Kemenangan Argentina ditentukan oleh gol Lautaro Martinez pada menit ke-85.
Mesir mengklaim bahwa gol kedua Argentina seharusnya dianulir karena offside, dan pelanggaran sebelum gol ketiga tidak diberikan wasit. "Kami kecewa dengan performa wasit. Ini seharusnya menjadi kemenangan bersejarah bagi sepak bola Afrika," tambah Hassan.
Dampak Kontroversi
Kontroversi ini memicu perdebatan di media sosial. Banyak penggemar sepak bola yang mendukung keluhan Mesir. Federasi Sepak Bola Mesir dikabarkan akan mengajukan protes resmi kepada FIFA. Sementara itu, Argentina akan melangkah ke perempat final untuk menghadapi pemenang antara Uruguay dan Portugal.



