Kepala Badan Bahasa: 84,9% Peserta UKBI Adaptif adalah Pelajar, Mahasiswa Minim
84,9% Peserta UKBI Adaptif Pelajar, Mahasiswa Minim

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Bahasa mencatat partisipasi Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) Adaptif masih didominasi oleh pelajar, sementara peserta dari kalangan mahasiswa masih sangat minim. Kepala Badan Bahasa Kemendikdasmen Hafidz Muksin mengungkapkan bahwa dari total peserta UKBI Adaptif tahun 2025, sebanyak 84,9 persen merupakan pelajar.

Data Peserta UKBI Adaptif 2025

Hafidz Muksin menjelaskan, peserta dari kalangan mahasiswa hanya mencapai 10,3 persen atau sekitar 33.080 peserta pada tahun 2025. Angka ini menunjukkan kesenjangan yang signifikan antara partisipasi pelajar dan mahasiswa dalam mengukur kemahiran berbahasa Indonesia. "Hal ini perlu menjadi perhatian perguruan tinggi agar kemahiran berbahasa Indonesia menjadi bagian penting dalam peningkatan literasi mahasiswa," kata Hafidz dikutip dari keterangan tertulis, Selasa (23/6/2026).

Dorongan untuk Perguruan Tinggi

Menurut Hafidz, rendahnya partisipasi mahasiswa dalam UKBI Adaptif mencerminkan kurangnya kesadaran akan pentingnya penguasaan bahasa Indonesia di tingkat perguruan tinggi. Ia mendorong institusi pendidikan tinggi untuk lebih aktif mempromosikan dan mengintegrasikan UKBI sebagai alat ukur kemahiran berbahasa. UKBI Adaptif sendiri merupakan instrumen yang dirancang untuk mengukur kemampuan berbahasa Indonesia secara komprehensif, mencakup aspek menyimak, membaca, menulis, dan berbicara.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kemendikdasmen berharap dengan meningkatnya partisipasi mahasiswa, kualitas literasi di Indonesia dapat terangkat. Data ini menjadi dasar bagi pemerintah untuk merancang kebijakan yang lebih tepat sasaran dalam pengembangan bahasa Indonesia di kalangan generasi muda.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga