Kesadaran terhadap pentingnya deteksi dini buta warna masih rendah di Indonesia. Seorang remaja berusia 16 tahun, Celine Winarta, menggagas Nayan Project, gerakan edukasi dan kampanye untuk meningkatkan pemahaman tentang buta warna sejak dini. Program perdana digelar di SDN 022 Cicadas, Kota Bandung, Senin (22/6). Nama 'Nayan' diambil dari bahasa Sanskerta yang berarti 'penglihatan'.
Latar Belakang dan Tujuan Nayan Project
Celine menjelaskan bahwa buta warna atau color vision deficiency menyebabkan kesulitan membedakan warna tertentu, terutama merah dan hijau, akibat gangguan pada sel kerucut di retina. Nayan Project merupakan inisiatif komunitas Anak Cerah Indonesia (ACI) yang berkolaborasi dengan RS Mata Cicendo dan Panon Mahia Nusa.
ACI memiliki tiga fokus utama: awareness dan edukasi masalah anak dan kesehatan, wadah bagi anak muda sebagai relawan, dan aksi nyata peduli kesehatan anak. Inspirasi Nayan Project berasal dari pengalaman pribadi Celine yang memiliki teman dengan buta warna terdeteksi sejak dini, sehingga bisa hidup normal.
Deteksi Dini dan Dukungan RS Mata Cicendo
"Namun, karena terdeteksi sejak dini, kawanku itu dapat hidup normal dan berkembang dengan baik. Maka sejak itu aku tergerak untuk melakukan sesuatu," ujar Celine. Semangatnya semakin kuat setelah membaca buku 'Nayan dan Misteri Warna' karya Direktur Utama RS Mata Pusat Cicendo, dr. Antonia Kartika.
Bandung dipilih sebagai kota pertama karena tempat tinggal Celine dan lokasi RS Mata Cicendo yang mendukung penuh. "Kami disupport oleh RS Cicendo, yang juga merupakan RS mata nasional. Ketiga, kami membaca buku Nayan & Misteri Warna, karya dr. Antonia, yang kebetulan juga menjadi Dirut RS Cicendo," tuturnya.
Rencana Ekspansi dan Edukasi Publik
Setelah Bandung, edukasi akan dilanjutkan ke kota lain, fokus pada sekolah negeri. Celine juga menyoroti pentingnya BPJS menanggung pemeriksaan buta warna. "Termasuk, kita mau memberikan edukasi ke publik bahwa BPJS seharusnya juga mencover pemeriksaan buta warna. Sejauh ini belum, mungkin karena kurangnya informasi tentang buta warna itu sendiri," katanya. "Ke depan kita berharap Nayan Project bisa berlanjut ke provinsi lain. Selain itu, kita juga terus menguatkan campaign melalui social media, mengingat Gen-Z dan Gen-Alpha merupakan digital native," tambah Celine.
Data Prevalensi dan Tanda-Tanda Buta Warna
Direktur Utama RS Mata Pusat Cicendo, dr. Antonia Kartika, Sp.M(K), M.Kes, menyebut prevalensi buta warna di Indonesia bervariasi. Berdasarkan Riskesdas, prevalensinya sekitar 0,7 persen, namun penelitian lain menemukan angka 2 hingga 5 persen pada populasi sekolah dan masyarakat, mayoritas pada anak laki-laki. Edukasi terkait buta warna masih minim.
"Oleh karena itu, orang tua dan guru perlu memahami tanda-tanda awal, seperti anak sering salah menyebut warna, kesulitan mengikuti pelajaran yang menggunakan kode warna, atau kebingungan saat membaca peta dan grafik berwarna," ujar dr. Antonia. Deteksi dini bukan untuk membatasi masa depan anak, melainkan agar anak dapat beradaptasi dan mengembangkan potensi secara optimal.
Dampak pada Perkembangan Anak
"Kesadaran sejak usia dini akan membuat anak memahami bahwa buta warna bukanlah kekurangan yang menghalangi prestasi, melainkan kondisi yang dapat dikelola dengan pengetahuan dan strategi yang tepat," lanjutnya. RS Mata Cicendo mendukung Nayan Project karena melibatkan anak muda. "Fakta menunjukkan bahwa sekitar 75% dari perkembangan seorang anak, baik motorik, emosional, maupun kognitif, berawal dari penglihatan. Fungsi penglihatan tidak hanya mendeteksi objek, tetapi juga mengidentifikasi warna," tambah dr. Antonia.
Penglihatan warna sangat berpengaruh terhadap pendidikan. Contohnya, anak diminta melihat grafik berwarna dan menjawab pertanyaan guru. Terkadang, seseorang dengan gangguan penglihatan warna akan menjawab salah, padahal ia tidak mengalami kekurangan, hanya identifikasi warnanya berbeda.
Pelaksanaan Program di Bandung
Kegiatan Nayan Project di SDN 022 Cicadas dimulai pukul 07.00 WIB dengan pemeriksaan mata bagi sekitar 200 peserta (siswa, guru, dan orang tua). Meski saat libur sekolah, antusiasme tinggi. ACI juga menggandeng produsen alat tulis Snowman untuk membagikan bingkisan. Suasana penuh keceriaan, anak-anak antusias mengikuti tes mata dan aktivitas edukatif.



