Pradita University Gandeng Ascott dan Harris Hotel untuk Living Laboratory Pariwisata
Pradita University Gandeng Ascott dan Harris Hotel untuk Living Lab

Pradita University resmi menjalin kerja sama dengan Ascott International Management Indonesia dan Harris Hotel & Convention Serpong, Banten, untuk menghadirkan program pembelajaran berbasis industri bagi mahasiswa Program Studi Pariwisata. Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) oleh Rektor Pradita University Richardus Eko Indrajit, Country Director of People & Culture PT Ascott International Management Indonesia Albertha Sekundarti, serta General Manager Harris Hotel & Convention Serpong Lut Abader, yang disaksikan oleh Ketua Yayasan Pendidikan Pradita Indonesia Aida Halim pada Jumat, 19 Juni 2026.

Konsep Living Laboratory untuk Pembelajaran Nyata

Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga akan menjalani proses pembelajaran langsung di lingkungan operasional hotel selama dua semester dengan konsep living laboratory. Executive Director Unit Edukasi PT Summarecon Agung sekaligus Ketua Yayasan Pendidikan Pradita Indonesia Aida Halim menjelaskan bahwa kolaborasi ini merupakan implementasi nyata dari pendekatan Outcome-Based Education (OBE) yang diterapkan Pradita University. "Keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari penguasaan teori, tetapi juga dari kompetensi nyata yang dimiliki mahasiswa sesuai kebutuhan industri," ujar Aida.

Pendidikan tinggi saat ini harus mampu menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik sekaligus siap menghadapi tantangan dunia profesional sejak dini. "Kami ingin menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyata, dinamis, dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini. Lewat konsep living laboratory, mahasiswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga merasakan langsung bagaimana industri berjalan sehari-hari," tambah Aida. Mahasiswa dapat memahami operasional industri, belajar menghadapi tantangan secara langsung, dan membangun pola pikir profesional sejak dini.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Implementasi Program Dimulai September 2026

Program ini akan mulai diimplementasikan pada September 2026 di Harris Hotel & Convention Serpong. Hotel ini dipilih karena memiliki ekosistem operasional yang memungkinkan mahasiswa mendapatkan pengalaman belajar komprehensif, mulai dari layanan tamu, pengelolaan acara, hingga operasional bisnis perhotelan secara menyeluruh. Melalui program Integrated Learning, mahasiswa akan menjalani pembelajaran teori selama dua minggu di kampus dan dua minggu berikutnya di Harris Hotel & Convention Serpong. Skema ini akan berlangsung secara berkelanjutan selama dua semester dalam masa studi mahasiswa.

Model pembelajaran ini memperkuat posisi Pradita University sebagai perguruan tinggi yang mengembangkan konsep living laboratory, menjadikan lingkungan bisnis dan industri sebagai bagian integral dari proses pembelajaran. "Dengan pendekatan tersebut, kampus tidak lagi menjadi ruang yang terpisah dari dunia kerja, melainkan terhubung langsung dengan ekosistem industri yang sesungguhnya," jelas Aida.

Manfaat Strategis bagi Industri Perhotelan

Country Director of People & Culture PT Ascott International Management Indonesia Albertha Sekundarti menyampaikan bahwa sinergi antara dunia pendidikan dan industri menjadi langkah penting dalam menciptakan ekosistem pengembangan talenta yang berkelanjutan. "Kolaborasi ini juga memberikan berbagai manfaat strategis bagi Ascott. Selain mendukung pengembangan pendidikan, kerja sama ini memungkinkan kami berkontribusi secara aktif dalam membangun talenta yang kuat dan berkelanjutan bagi industri perhotelan Indonesia," kata Albertha. Ascott memiliki kesempatan untuk berbagi pengalaman operasional, budaya pelayanan, serta praktik terbaik yang dimiliki, sekaligus memperoleh perspektif baru dari dunia akademik. "Kami menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Ascott dan berharap kemitraan ini dapat terus berkembang menjadi kolaborasi yang berkelanjutan dan berdampak positif," sambungnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga

Inisiatif Living Laboratory Sebelumnya

Inisiatif ini melengkapi berbagai program living laboratory yang telah dijalankan Pradita University sebelumnya, seperti Cangopi, coffee shop berbasis integrated learning yang beroperasi di kawasan komersial SQP Hub, Summarecon Serpong sejak tahun 2023. Setiap tahunnya, sekitar 40 mahasiswa dari berbagai program studi terlibat langsung dalam pengelolaan bisnis Cangopi sebagai bagian dari proses pembelajaran. Dengan dukungan PT Summarecon Agung Tbk, Pradita University juga memanfaatkan berbagai kawasan dan unit bisnis Summarecon sebagai ruang belajar nyata bagi mahasiswa lintas program studi.

Pendekatan ini terbukti memberikan dampak positif terhadap kesiapan kerja lulusan. Sedikitnya 33 mahasiswa telah terserap menjadi karyawan melalui berbagai program pembelajaran berbasis industri yang dijalankan universitas. "Ke depan, konsep Living Laboratory berbasis Outcome-Based Education akan terus diperluas ke berbagai program studi," ucap Aida. Bersama program PIJAR (Praktisi Mengajar) dan SUAR (Summarecon Mengajar), Pradita University terus memperkuat posisinya sebagai enterprise university yang mengintegrasikan dunia akademik dan industri untuk menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.