10 Persen Orang Terkaya Dunia Miliki Utang Lingkungan Fantastis
10 Persen Orang Terkaya Dunia Miliki Utang Lingkungan

KOMPAS.com - Sebuah studi terbaru mengungkapkan bahwa kelompok 10 persen orang terkaya di dunia menanggung 'utang lingkungan' yang sangat besar, mencapai 1,7 triliun hingga 5,7 triliun dolar AS per tahun. Jika dikonversi dengan kurs Rp 17.801 per dolar AS, jumlah tersebut setara dengan sekitar Rp 30.200 triliun hingga Rp 101.400 triliun.

Tanggung Jawab Tidak Proporsional terhadap Kerusakan Lingkungan

Para peneliti menyatakan bahwa kelompok masyarakat paling kaya ini bertanggung jawab secara tidak proporsional terhadap berbagai kerusakan lingkungan. Mulai dari emisi karbon yang tinggi, hilangnya keanekaragaman hayati, hingga penggunaan sumber daya alam yang berlebihan. Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal Communications Sustainability pada 18 Juni 2026.

Peneliti dari Universitas Leiden

Penelitian ini dilakukan oleh tiga ilmuwan lingkungan asal Universitas Leiden, Belanda, yaitu Inge Schrijver, Rutger Hoekstra, dan Paul Behrens. Dalam laporan mereka yang dikutip dari Science Alert pada Jumat (19/6/2026), para peneliti menulis, 'Kami menemukan bahwa kerugian tahunan yang seharusnya ditanggung oleh 10 persen orang terkaya di dunia mencapai 1,7 triliun hingga 5,7 triliun dolar AS, setara dengan 2.300 hingga 7.500 dolar AS per orang.'

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Studi ini menyoroti bagaimana ketimpangan ekonomi berkontribusi pada krisis lingkungan global. Kelompok terkaya, meskipun jumlahnya kecil, memiliki jejak ekologis yang jauh lebih besar dibandingkan kelompok lainnya. Utang lingkungan ini mencerminkan biaya yang harus ditanggung masyarakat atas kerusakan yang disebabkan oleh gaya hidup konsumtif mereka.

Para peneliti berharap temuan ini dapat mendorong kebijakan yang lebih adil, seperti pajak lingkungan bagi kelompok kaya, untuk mengurangi beban kerusakan alam dan mendanai upaya restorasi lingkungan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga