Jalan Kayu Mas Utara atau yang dikenal sebagai Jalan Cinta, RT 011/RW 03, Kelurahan Pulo Gadung, Jakarta Timur, amblas sejak Lebaran 2026. Peristiwa itu terjadi sekitar Maret atau April 2026, diawali dengan suara gemuruh dan bunyi benturan keras. Warga setempat langsung dilanda kecemasan akan potensi ambles susulan.
Penyebab Jalan Ambles
Menurut Arif, Bendahara Jalan Kayu Mas Utara RT 011/RW 03, kerusakan jalan diduga akibat penggunaan alat berat (beko) berukuran besar untuk pengerukan kali. Awalnya jalan hanya retak, tetapi beko yang melebihi tonase terus melintas hingga jalan tak mampu menahan beban. "Rusaknya pas Lebaran, pas Lebaran satu hari. Jadi kan udah kelihatan retak, saya bilang stop ke Pak RW, tolong stop Pak itu udah dampaknya berasa kayaknya bekonya kebesaran," ujar Arif kepada Liputan6.com, Senin (6/7/2026). Setelah laporan warga, beko besar diganti dengan yang lebih kecil dan hanya beroperasi di kali.
Kekhawatiran Warga
Hingga saat ini, belum ada perbaikan signifikan dari dinas terkait. Bagian bawah jalan hanya ditopang dolken (kayu penyangga) yang rawan tergerus, terutama saat hujan deras. Warga khawatir ambles susulan bisa terjadi kapan saja. "Harapannya segera diperbaiki. Soalnya akses jalan juga susah, ayam mau lewat juga susah. Angkutan ayam kan biasanya dari sana nih langsung ke sini. Jadi harus putar lagi kalau mau menempatkan ayam," keluh Risky, warga yang memiliki usaha penjualan ayam.
Dampak pada UMKM
Amir, warga yang memiliki rumah makan, mengaku omzet usahanya menurun drastis. "Ini kan omzetnya nurun. Gara-gara jalan. Biasanya kan mobil lewat. Odong-kodong lewat itu penumpangnya pada mampir. Sekarang mobil gak bisa lewat. Kepengennya itu saya sebagai warga pengen dibetulin cepat-cepat gitu. Biar normal kembali," ucapnya. Akses menuju Pasar Pulo Gadung dan Bekasi juga terhambat karena jalan ambles memaksa kendaraan memutar.
Harapan Warga
Arif menegaskan, warga hanya ingin jalan segera diperbaiki. Sejak ambles setelah Lebaran, belum ada perbaikan berarti. Beruntung, saat kejadian tidak ada korban jiwa karena banyak warga mudik dan alat berat sudah ditarik. Namun, keresahan terus membayangi. Warga berharap dinas terkait segera turun tangan sebelum kondisi semakin parah.



