OMC Belum Bisa Padamkan Kebakaran TPA Jatiwaringin, Tergantung Awan Hujan
OMC Belum Bisa untuk Padamkan Kebakaran TPA Jatiwaringin

Petugas gabungan terus memaksimalkan upaya pemadaman kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten. Pada hari Senin (6/7/2026), ada penambahan pengerahan helikopter untuk bom air (water bombing). Kepala Pusat Data, Informasi, Komunikasi, dan Kebencanaan (Kapusdatinkom) BNPB, Abdul Muhari, menyatakan bahwa rencana awal akan ada tambahan dua helikopter.

Penambahan Helikopter Water Bombing

"Rencananya memang akan dikerahkan, tambahan dua heli water bombing lagi selain dari yang sudah beroperasi," kata Muhari saat dihubungi detikcom, Senin (6/7/2026). Satu helikopter lainnya akan langsung disertakan dalam proses pemadaman TPA Jatiwaringin yang sudah tujuh hari terbakar. Saat ini baru tiga helikopter yang terus melakukan proses pemadaman lewat udara. "Tetapi yang baru bisa reposisi saat ini baru satu unit, sehingga total yang bekerja sampai sekarang baru tiga unit," ucap dia.

OMC Belum Ideal karena Minim Awan Hujan

Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sempat menjadi bagian rencana pemadaman TPA Jatiwaringin. Namun, cuaca hujan belum ideal untuk melakukan hujan buatan. "OMC tergantung pertumbuhan awan hujan. Sampai sekarang kita koordinasi dengan BMKG. Seperti kita lihat saja, langit Jakarta belum ada awannya, masih sangat tipis, belum ideal untuk OMC," jelas Muhari. BNPB sudah menyiapkan satu unit pesawat Cessna Caravan untuk OMC. "Jadi anytime, kapanpun ada pertumbuhan awan hujan yang signifikan, kita bisa lakukan OMC," kata dia.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kondisi Terkini di Lokasi Kebakaran

Pada hari ini, sekitar 8 hingga 9 unit pemadam kebakaran dikerahkan dari pihak Kabupaten Tangerang dan dibantu Dinas Damkar Kota Tangerang. Selain helikopter, sejumlah alat berat juga dikerahkan untuk menangani kebakaran. Proses pemadaman api terkendala bara api yang masih muncul dari tumpukan sampah di lokasi. Luas area yang terbakar mencapai 15 hektar, api meluas akibat angin dan banyaknya tumpukan sampah.

Memasuki hari ketujuh, petugas gabungan telah berhasil mengendalikan kebakaran dengan hanya menyisakan sekitar 3,6 persen area yang masih berusaha dipadamkan. Kebakaran di TPA Jatiwaringin terjadi sejak Selasa (30/6) siang. Asap tebal sempat menyebabkan warga mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Sejumlah warga sempat diungsikan, dan di antara mereka sudah ada yang kembali ke rumahnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga