Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatra, Muhammad Tito Karnavian, menyerahkan satu unit kendaraan tangki air multifungsi kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tengah. Penyerahan ini merupakan bagian dari dukungan percepatan pemulihan pascabencana di wilayah tersebut.
Dukungan untuk Pelayanan Dasar Masyarakat
Kendaraan tersebut diharapkan dapat memperkuat pelayanan dasar masyarakat, mulai dari distribusi air bersih, penanganan kebakaran, hingga pembersihan lingkungan. Penyerahan kendaraan berlangsung di Gayo Petro Hotel, Takengon, Aceh, pada Rabu (8/7), didampingi oleh Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Adwil) Kemendagri, Safrizal ZA.
Tito menjelaskan bahwa kendaraan berukuran lebih ringkas dipilih karena mampu menjangkau permukiman di kawasan pegunungan dengan akses jalan sempit dan berkelok. Menurutnya, kendaraan ini lebih sesuai dengan kondisi geografis Aceh Tengah dan Bener Meriah dibandingkan kendaraan tangki berukuran besar. "Bahkan bisa masuk ke permukiman. Kalau yang besar kan tidak bisa masuk. Kalau (untuk) daerah pegunungan (seperti ini lebih) cocok yang kecil kaya gini karena jalannya berkelok-kelok," ujar Tito.
Spesifikasi Kendaraan Tangki Air
Safrizal menjelaskan bahwa kendaraan tangki air memiliki kapasitas 4.000 liter dan dilengkapi sistem penyemprot bertekanan 3-4 bar yang mampu menjangkau hingga sekitar 30 meter. Dengan spesifikasi tersebut, kendaraan dapat digunakan untuk mendistribusikan air bersih ke hunian sementara (huntara), membersihkan lingkungan terdampak bencana, dan membantu pemadaman kebakaran. "Jadi untuk permukiman juga bisa digunakan. Juga bisa digunakan untuk memenuhi air di huntara," tutup Safrizal.
Optimalisasi Pelayanan Pascabencana
Melalui dukungan sarana operasional ini, Satgas PRR dan Kemendagri berharap dapat mengoptimalkan pelayanan dasar kepada masyarakat terdampak seiring upaya percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh Tengah dan Bener Meriah.



