Badan Geologi Perbarui Peta Risiko Likuefaksi di Sulawesi Tengah, 4 Wilayah Rentan
Peta Risiko Likuefaksi Sulawesi Tengah Diperbarui, 4 Wilayah Rentan

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah melakukan pemutakhiran pemetaan risiko kebencanaan di Sulawesi Tengah menyusul gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang beberapa hari lalu. Pemutakhiran ini menyoroti ancaman likuefaksi, yaitu fenomena pencairan tanah yang dipicu oleh guncangan kuat pada lapisan tanah tertentu.

Empat Wilayah dengan Kerentanan Tinggi

Kepala Badan Geologi, Lana Saria, mengungkapkan bahwa berdasarkan pembaruan peta pemantauan teknis, terdapat empat wilayah yang memerlukan perhatian khusus terkait potensi likuefaksi. "Hasil kajian terbaru menunjukkan sejumlah daerah memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap likuefaksi," ujarnya dalam keterangan resmi.

Keempat wilayah tersebut tersebar di beberapa kabupaten/kota di Sulawesi Tengah, meskipun nama spesifik belum dirilis secara detail. Pemetaan ini merupakan bagian dari upaya mitigasi bencana untuk mengurangi risiko kerusakan infrastruktur dan korban jiwa.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dampak dan Langkah Mitigasi

Likuefaksi dapat menyebabkan tanah kehilangan kekuatannya sehingga bangunan ambles, retak, atau bahkan roboh. Fenomena ini pernah terjadi pada gempa Palu 2018 yang memicu likuefaksi masif di Petobo, Balaroa, dan Jono Oge. Badan Geologi mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk waspada serta menyusun rencana kontingensi.

"Peta risiko ini akan terus diperbarui seiring bertambahnya data dan hasil monitoring," tambah Lana Saria. Langkah selanjutnya adalah sosialisasi kepada pemangku kepentingan dan masyarakat di wilayah rawan.

Koordinasi dengan Pemerintah Daerah

Badan Geologi juga berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah untuk memastikan informasi risiko dapat diintegrasikan dalam perencanaan tata ruang dan pembangunan infrastruktur. Masyarakat diimbau untuk menghindari pembangunan di zona merah likuefaksi dan memperkuat bangunan sesuai standar tahan gempa.

Gempa M6,7 yang terjadi sebelumnya menjadi pengingat akan tingginya aktivitas seismik di wilayah ini. Dengan pemutakhiran peta risiko, diharapkan kesiapsiagaan dapat ditingkatkan guna meminimalkan dampak bencana di masa depan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga