Yayasan Bambu Lingkungan Lestari (YBLL) bersama Penabulu-Oxfam kembali menggelar Kunstkring Dialogue: Forum Ekonomi Restoratif di Jakarta, Sabtu (27/6/2026). Forum ini menegaskan peran perempuan sebagai penggerak utama sistem kehidupan yang menopang ekonomi restoratif.
Sherly Tjoanda: Perempuan Harus Diberi Akses Ekonomi
Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memperluas akses ekonomi bagi perempuan. Menurutnya, pemerintah tidak hanya menyediakan akses permodalan mikro dan makro, tetapi juga pendampingan, pelatihan, hingga akses pasar bagi kelompok perempuan.
"Sebagai regulator, memberikan akses permodalan kepada kelompok perempuan. Permodalan mikro dan makro yang juga dilakukan pendampingan dan pelatihan termasuk akses ke pasar. Termasuk menyediakan apa yang dibutuhkan oleh industri di Maluku Utara," ujar Sherly dalam dialog tersebut.
Dalam forum itu juga ditampilkan sejumlah praktik baik ekonomi restoratif, seperti pemberdayaan perempuan melalui pembibitan oleh Mama Bambu, Desa Agroekologi Bambu, Kebun Pangan Lokal Perempuan, serta Perhutanan Sosial Khusus Perempuan.
Transisi Energi Berkeadilan Gender
Sesi kedua bertema Energi Terbarukan Berkeadilan Gender: Energi ke Ekonomi Restoratif membahas pentingnya transisi energi yang mampu memperluas akses energi, memperkuat ekonomi lokal, sekaligus mengurangi beban kerja domestik perempuan. Direktur Eksekutif IBEKA Tri Mumpuni Wiyatno menegaskan transisi energi pada dasarnya merupakan upaya memenuhi hak masyarakat atas akses energi.
Diana Kusumastuti: Infrastruktur Dasar untuk Ekonomi Restoratif
Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti mengatakan pemerintah terus memperkuat infrastruktur dasar untuk mendukung ekonomi restoratif yang inklusif. Menurutnya, Kementerian PU menyediakan layanan air bersih dan konektivitas melalui berbagai program, termasuk Pamsimas.
"Kementerian PU menyediakan air dan konektivitas. Proyek kolaborasi seperti Pamsimas menjadi sebuah terobosan untuk masyarakat agar mudah dalam memperoleh akses air bersih," kata Diana.



