TV Iran Diprotes karena Setop Wawancara Ketua Parlemen Ghalibaf
TV Iran Diprotes karena Setop Wawancara Ketua Parlemen

Televisi pemerintah Iran, Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB), menuai kritik keras setelah memotong siaran wawancara dengan ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, yang juga menjabat sebagai negosiator utama Teheran dalam perundingan dengan Amerika Serikat (AS). Pemotongan siaran yang terjadi pada Selasa (30/6) itu memicu protes dari pusat media parlemen Iran.

Protes Pusat Media Parlemen

Pusat media parlemen Iran mengecam IRIB karena menghentikan penayangan wawancara di tengah jalan tanpa koordinasi sebelumnya. Dalam pernyataan resminya, Rabu (1/7/2026), pusat media menyebut bahwa materi wawancara telah diserahkan kepada IRIB lebih dari dua jam sebelum waktu tayang. Namun, IRIB memutuskan untuk tidak menayangkan sebagian diskusi yang dianggap bertentangan dengan prosedur.

"Pembicaraan ini telah diserahkan kepada Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB) lebih dari dua jam sebelum waktu penayangan; namun sayangnya, penayangan diskusi ini dihentikan di tengah jalan," demikian bunyi pernyataan protes tersebut. "Padahal, diskusi tersebut telah direkam dan langkah minimal yang seharusnya dilakukan para pejabat IRIB adalah berkoordinasi dengan pusat media parlemen, jika mereka memutuskan untuk tidak menayangkan sebagian diskusi yang bertentangan dengan prosedur," imbuh pernyataan itu.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Alasan IRIB dan Bagian yang Dipotong

IRIB, dalam pernyataannya, berdalih bahwa wawancara itu dibagi menjadi dua bagian, dengan bagian kedua akan ditayangkan pada Rabu (1/7) malam. Namun, pusat media parlemen mencatat bahwa bagian-bagian yang dipotong mencakup topik sensitif seperti inspeksi oleh badan pengawas nuklir Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), aset-aset Teheran yang dibekukan, dan kredit rekonstruksi senilai US$ 300 miliar.

Topik-topik tersebut dinilai krusial dalam perundingan Iran-AS. Banyak kalangan garis keras di Iran, termasuk anggota parlemen dan tokoh media konservatif, yang mengkritik kesepakatan awal yang diteken oleh Teheran dan Washington untuk mengakhiri konflik. Sebelumnya, seorang presenter televisi pemerintah Iran bahkan menyerukan penutupan Bandara Mehrabad di Teheran agar tim negosiasi Iran tidak dapat bepergian ke Swiss untuk melakukan pembicaraan dengan delegasi AS.

Kritik terhadap Pembukaan Selat Hormuz

Para pengkritik menilai Iran terburu-buru dalam membuka kembali Selat Hormuz – yang memungkinkan aliran minyak melalui jalur perairan strategis tersebut – tanpa memperoleh manfaat nyata apa pun dari nota kesepahaman dengan AS. Dalam wawancara yang sempat ditayangkan pada Selasa (30/6), Ghalibaf berargumen bahwa nota kesepahaman itu telah memungkinkan Iran menjual minyaknya, karena AS telah mencabut blokade mereka terhadap pelabuhan-pelabuhan Teheran.

"Sejak hari blokade dicabut hingga saat ini, kita telah mengekspor lebih dari 40 juta barel minyak," kata Ghalibaf dalam wawancara tersebut. Ia menambahkan, "Sebaliknya, selama kurun waktu 50 hari hingga hampir 60 hari sebelumnya, kita benar-benar tidak dapat mengekspor satu barel minyak pun." Pernyataan ini menunjukkan dampak nyata dari kesepakatan dengan AS, namun tetap menuai kontroversi di dalam negeri.

Konteks Perundingan Iran-AS

Insiden pemotongan wawancara ini terjadi di tengah ketegangan politik internal Iran terkait negosiasi dengan AS. Sejak awal tahun, Iran dan AS telah mengadakan beberapa putaran perundingan, termasuk di Doha dan Swiss, yang menghasilkan nota kesepahaman awal. Namun, kesepakatan tersebut mendapat tentangan dari kelompok garis keras yang menganggapnya terlalu lunak terhadap Washington.

Pemotongan siaran oleh IRIB memicu pertanyaan tentang independensi media di Iran. Pusat media parlemen menekankan bahwa tindakan IRIB tidak profesional dan merusak kepercayaan publik. Hingga berita ini diturunkan, IRIB belum memberikan tanggapan lebih lanjut terkait protes tersebut.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga